Kepemilikan PT Administrasi Medika (AdMedika) resmi berpindah tangan. PT Telkom Indonesia (TLKM), lewat anak usahanya PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra, telah menyepakati penjualan saham AdMedika kepada Fullerton Health. Transaksi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat pada awal Maret lalu.
Bagi TelkomGroup, langkah ini bukan sekadar urusan jual-beli. Ini adalah bagian dari transformasi besar yang mereka canangkan, yang dikenal sebagai TLKM 30. Intinya, mereka ingin lebih fokus. Fokus pada bisnis inti di ranah telekomunikasi dan digital, sambil merapikan portofolio investasinya. Dengan melepas AdMedika, mereka berharap perusahaan pengelola layanan kesehatan berbasis teknologi itu justru bisa berkembang lebih pesat, didukung pemilik baru yang lebih selaras dengan bisnisnya.
Pernyataan resmi datang dari Direktur Utama TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo.
"Penandatanganan ini adalah keputusan yang terukur. Kami mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan pertimbangan bisnis yang komprehensif. Ini sejalan dengan langkah transformasi kami untuk memperkuat fokus pada core business dan menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya, Senin (9/3/2026).
Di sisi lain, Fullerton Health tampak antusias menyambut kesepakatan ini. Group CEO mereka, Ho Kuen Loon, menilai AdMedika sebagai platform yang matang dan tepercaya. Fondasinya kuat, didukung inovasi digital dan tata kelola yang solid.
"Kualitas-kualitas itu sangat selaras dengan nilai yang kami junjung," katanya.
Menurut Ho, akuisisi ini adalah langkah penting. Bukan cuma untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas di Indonesia, tapi juga membuka peluang peningkatan layanan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan mitra yang terus berkembang. Fullerton Health sendiri bukan pemain baru. Mereka punya pengalaman dan jaringan regional yang luas di bidang layanan kesehatan dan managed care di Asia.
Jadi, apa artinya ini ke depan? Kombinasi antara kekuatan AdMedika di pasar domestik dan keahlian regional Fullerton Health berpotensi menciptakan platform yang jauh lebih besar. Sinergi ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan, baik dalam layanan kesehatan digital maupun jaringan penyedia layanan secara keseluruhan. Dinamika industri kesehatan Indonesia mungkin akan menyaksikan pemain yang lebih kuat dan terintegrasi.
(Rahmat Fiansyah/ADV)
Artikel Terkait
Sebagian Besar Lansia, Jemaah Haji Gelombang Pertama Diminta Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas di Madinah
Komisi VIII DPR Dorong Kontrak Jangka Panjang Katering Haji demi Efisiensi dan Cita Rasa Nusantara
Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Tangguh Hadapi Krisis Energi Global 2026, Golkar: Buah Kerja Keras Pemerintah
Bareskrim Tangkap Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin di Sumbawa