Hakim Tipikor Tanyakan Asal Usul Panggilan Mas Menteri untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook

- Selasa, 10 Maret 2026 | 22:15 WIB
Hakim Tipikor Tanyakan Asal Usul Panggilan Mas Menteri untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook

Di ruang sidang yang hening, pertanyaan tak terduga terlontar dari meja hakim. Majelis hakim, yang dipimpin Purwanto S Abdullah, tiba-tiba mendalami soal panggilan akrab mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. "Mas Menteri," sebutan itu rupanya mengusik rasa ingin tahu hakim. Mereka bahkan menanyakan apakah Nadiem sendiri merasa nyaman dengan julukan tersebut.

Pertanyaan itu muncul dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa lalu. Nadiem hadir sebagai saksi mahkota. Di kursi terdakwa, duduk Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan seorang konsultan bernama Ibrahim Arief alias Ibam.

"Mas Menteri ya," ujar Ketua Majelis Hakim Purwanto memulai, sambil mungkin melihat berkas di hadapannya. "Ini saya baru baca identitasnya, ternyata ini alias Mas Menteri ya. Dari mana sampai ada panggilan Mas Menteri dari mana ini?"

Nadiem pun menjawab dengan lugas. Menurutnya, orang pertama yang memulai panggilan itu bukanlah sembarang orang.

"Yang memulai memanggil saya Mas Menteri itu, waktu itu Pak Presiden Jokowi. Setelah itu menjadi cukup viral," jelasnya.

Dulu, saat masih menjabat, ia mengaku nyaman saja dipanggil begitu. Namun, suasana sidang yang sempat tegang langsung cair oleh candaan hakim berikutnya.

"Ada juga Mas Wapres soalnya kan," timpal sang hakim.

Kalimat itu langsung disambut gelak tawa Nadiem dan seisi ruang sidang. "Ha-ha-ha," terdengar riuh rendah.

"Masalahnya saya bukan orang Jawa, takut salah penggunaan," lanjut hakim berkelakar, mencairkan suasana. "Tapi nyaman ya, siapa tahu nanti ketemu sama Mas Wapres kan bisa panggil juga Mas Wapres kan."

Tak berhenti di situ, hakim kemudian penasaran. Apakah panggilan itu hanya digunakan oleh kalangan dalam atau orang terdekat saja?

"Tapi ini untuk orang-orang terdekat aja ya yang manggil? Orang-orang yang dekat? Atau seperti apa?" tanyanya lagi.

Jawaban Nadiem justru menunjukkan betapa akrabnya sebutan itu di masyarakat. "Oh nggak, banyak sekali. Driver-driver Gojek juga memanggil saya Mas Menteri," ujarnya.

Mendengar itu, hakim seakan memberi kode bahwa sesi perkenalan ini sudah cukup. "Oke. Sedikit prolog ya biar nggak terlalu tegang," tutupnya sebelum sidang inti benar-benar dimulai. Percakapan ringan tentang sebuah panggilan itu pun berakhir, meninggalkan kesan humanis di antara proses hukum yang serius.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar