Drama pecah di lapangan hijau Australia. Saat menghadapi China dalam lanjutan Piala Asia Wanita 2026, skuat wanita Korea Utara tiba-tiba memanas. Mereka memprotes wasit dengan keras, bahkan sampai memilih meninggalkan lapangan untuk beberapa saat. Permainan pun terpaksa terhenti.
Insiden ini cukup mengejutkan, mengingat reputasi mereka di kancah Asia. Ya, timnas wanita Korea Utara itu bukan lawan sembarangan. Prestasinya bahkan kerap mengungguli tim pria mereka di level internasional. Mereka punya tiga gelar juara Piala Asia Wanita, meski yang terakhir diraih belasan tahun lalu, tepatnya 2008. Puncak lain mereka raih di 2007, saat berhasil melaju sampai perempat final Piala Dunia Wanita.
Namun begitu, informasi seputar para pemainnya selalu diselimuti kabut. Negara itu terkenal ketat. Kabarnya, banyak dari mereka membela klub domestik utama, April 25. Detail usia atau karier individu sulit ditelusuri.
Di sisi lain, rahasia kesuksesan mereka mungkin terletak pada program pembinaan usia mudanya. Korea Utara memang dikenal serius menanam bibit-bibit muda. Hasilnya, skuat yang dibawa ke turnamen ini pun didominasi wajah-wajah segar. Semua pemainnya konon masih di bawah 30 tahun. Sebuah komposisi yang sengaja dibangun untuk regenerasi jangka panjang.
Perjalanan mereka di turnamen ini sebenarnya cukup mulus sebelum drama terjadi. Di laga pembuka, Uzbekistan takluk 3-0. Lalu, Bangladesh juga dibantai dengan skor telak 5-0. Dua kemenangan itu jelas menempatkan mereka sebagai ancaman serius.
Tapi semua sorotan akhirnya tertuju ke satu momen: protes keras mereka terhadap wasit saat melawan China. Aksi itu, di tengah performa yang meyakinkan, tiba-tiba mengubah narasi. Kini, selain dianggap sebagai tim kuat, mereka juga membawa cerita kontroversial yang akan terus dibicarakan.
Artikel Terkait
Bekas Luka Cedera Kecelakaan Austin Masih Nyata, Marc Marquez Nekat Balapan di MotoGP Spanyol
Veda Ega Pratama Gagal ke Q2 Moto3 Spanyol, Finis ke-16 di Sesi Practice Jerez
Bernardo Silva Umumkan Hengkang dari Manchester City, Barcelona Dapat Tawaran Gratis
Alex Marquez Tercepat di Practice MotoGP Spanyol 2026, Bagnaia dan Martin Jatuh