Manchester Awalnya, tak banyak yang berharap. Michael Carrick mengambil alih Manchester United sebagai manajer sementara di tengah situasi yang berantakan. Tapi siapa sangka? Delapan pertandingan pertama di bawah kendalinya berjalan tanpa kekalahan sama sekali.
Enam kemenangan berhasil diraih Setan Merah. Hasil itu cukup untuk mendongkrak posisi mereka naik ke papan atas, tepatnya peringkat ketiga klasemen Liga Premier. Suasana pun mulai berubah. Namun, semua cerita indah pasti ada akhirnya.
Perjalanan ke markas Newcastle United pekan lalu menjadi penanda pahit. Gol William Osula di menit-menit akhir memastikan kekalahan pertama United di era Carrick. Kekalahan itu, meski pahit, tak serta merta menghapus kinerja impresifnya. Pria Inggris itu, meski dianggap minim pengalaman di level tertinggi, ternyata mampu memimpin raksasa yang sedang limbung ini. Pertanyaannya sekarang: apakah manajemen Old Trafford akan memberinya kesempatan tetap?
Spekulasi tentang kursi manajer tetap sudah bertebaran. Beberapa nama besar terus disebut-sebut. Julian Nagelsmann, Roberto De Zerbi, dan tak ketinggalan Luis Enrique. Pelatih Paris Saint-Germain itu memang punya segudang prestasi: 20 gelar utama bersama Barcelona dan PSG, termasuk treble di kedua klub. Kualifikasinya tak diragukan.
Menurut sejumlah laporan, masa depan Enrique di Paris sendiri dianggap tak pasti. Kabarnya, ia enggan memperpanjang kontrak. Situasi ini membuka peluang, dan salah satu legenda United, Patrice Evra, justru sangat mendorong Enrique.
Mantan bek kiri itu dengan tegas menyatakan siapa pilihannya.
"Saya tidak berbicara dengan dewan Man Utd atau Sir Jim Ratcliffe, tapi menurut pendapat jujur saya tanpa bermaksud tidak menghormati PSG Luis Enrique akan menjadi pelatih impian bagi Man Utd," ujar Evra.
"Saya suka filosofinya. Apa yang telah ia lalui dalam hidupnya dan cara ia mengatasinya menunjukkan kepribadian yang kuat. Lihat pekerjaannya di PSG, membawa mereka ke Liga Champions tanpa bergantung penuh pada Messi, Mbappe, atau Neymar. Itu fantastis. Di United, pemain harus kerja keras, harus banyak berlari. Saya yakin Enrique bisa membawa semangat itu."
Tapi di sisi lain, tidak semua legenda setuju. Wayne Rooney justru punya pandangan yang sangat berbeda. Baginya, merekrut pelatih berprofil seperti Enrique justru mengulangi kesalahan lama.
"Saya pikir dengan Luis Enrique, kita sudah pernah melalui fase ini. Kami sudah coba berbagai manajer 'nama besar'," kata Rooney dalam sebuah diskusi.
"Kami coba Mourinho, van Gaal. Lalu beralih ke ten Hag atau Amorim. Hasilnya? Tidak juga berhasil. Saya justru berpikir Carrick itu masuk akal. Sejak awal saya sudah merasa dia cocok. Dia membawa pengaruh yang menenangkan bagi skuad."
Rooney berargumen, mempertahankan Carrick justru akan memberikan fondasi dan stabilitas yang dibutuhkan klub, alih-alih terus berburu sensasi dengan nama-nama mentereng.
"Kita sering mengabaikan yang ada di depan mata, lalu bilang 'ah, kita perlu bawa pelatih dari Spanyol atau Turki'. Padahal, mereka belum tentu punya ketertarikan sejati pada klub ini. Dengan Carrick, setidaknya kita punya fondasi untuk berkembang. Infrastruktur klub akan kembali pulih," tegasnya.
Jadi, pilihannya kini ada di tangan manajemen. Antara tetap pada yang sudah terbukti membangkitkan semangat, atau mengambil risiko dengan nama besar yang penuh trofi. Keputusan musim panas ini akan menentukan arah United ke depannya.
Artikel Terkait
Napoli Hajar Cremonese 4-0, Conte Puas dengan Respons Tim Usai Dipermalukan Lazio
Persib Kian Tertekan, Borneo FC di Ambang Puncak Klasemen Super League
Empat Pemain Persija Dipanggil ke Timnas untuk ASEAN Cup 2026, Eksel Runtukahu Jadi Sorotan
Pro Futsal League 2026 Akhir Pekan Ini: Big Match Bintang Timur vs Fafage Banua hingga Duel Beruntun Blacksteel FC