PKS Hormati Keputusan Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional
Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzammil Yusuf, menyatakan sikap hormat partainya terhadap keputusan pemerintah yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh. Ia menegaskan bahwa setiap tokoh yang terpilih telah menunjukkan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Muzammil seusai membuka Rapat Kerja Nasional PKS di wilayah Jakarta Barat. Ia menjelaskan bahwa program pemberian gelar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para tokoh dari berbagai latar belakang, baik pria maupun wanita, yang berasal dari seluruh penjuru suku dan daerah di Indonesia.
Menurut penilaiannya, proses seleksi yang dilakukan pemerintah telah melalui tahapan yang panjang dan ketat untuk memilih figur-figur terbaik. Pihaknya sepenuhnya menghormati hasil keputusan tersebut beserta seluruh mekanisme yang telah dijalankan.
Mengapresiasi Kontribusi dan Menerima Ketidaksempurnaan
Al Muzammil lebih lanjut menyatakan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan tertinggi atas jasa-jasa luar biasa seseorang. Ia menyadari bahwa setiap manusia, termasuk para tokoh yang ditetapkan, memiliki sisi positif dan sisi negatifnya masing-masing.
Ia menambahkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, pasti terdapat kelebihan dan kekurangan. Namun, pemberian gelar pahlawan tersebut terutama didasarkan pada kontribusi dan pengabdian mereka yang luar biasa besarnya bagi bangsa.
Atas dasar itulah, Fraksi PKS bersama dengan pimpinan Dewan Pimpinan Pusat partai dan seluruh jajaran kader dari berbagai daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja pemerintah. Khususnya kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dalam menetapkan kesepuluh pahlawan nasional tersebut.
Ajakan Meneladani Semangat Kepahlawanan
Dalam kesempatan itu, Al Muzammil juga mengajak segenap kader dan simpatisan PKS untuk meneladani semangat kepahlawanan dengan cara berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. Harapannya, setiap kader dapat menjadi pahlawan di masa depan sesuai dengan bidang dan kapasitasnya masing-masing.
Ia mendefinisikan pahlawan sebagai individu yang memiliki banyak catatan kebaikan, pahala, serta kontribusi nyata yang signifikan. Semangat inilah yang ingin ditularkan kepada seluruh anggota partai.
Tanggapan atas Pro-Kontra Gelar untuk Soeharto
Merespons pro dan kontra yang muncul terkait pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto, Al Muzammil meyakinkan publik bahwa keputusan ini bukanlah hal yang gegabah. Menurutnya, penetapan tersebut telah melalui kajian yang sangat matang oleh tim yang berwenang.
Ia mengingatkan bahwa Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan Indonesia. Pemerintah, dalam proses penilaiannya, tentu telah mempertimbangkan segala aspek, termasuk kontribusi-kontribusi nyata lainnya dari tokoh-tokoh seperti Gus Dur, Marsinah, Sarwo Edhie, dan Kiai Kholil.
Muzammil mengakui adanya kritik dari sebagian masyarakat, terlebih dalam konteks era reformasi. Namun, ia menekankan untuk melihat warisan pembangunan yang ditinggalkan oleh Soeharto yang masih dapat disaksikan hingga saat ini.
Ia juga menyoroti peran kritis Soeharto dalam peristiwa G30S PKI. Menurutnya, andai Indonesia kalah pada masa kritis tersebut, bisa jadi fondasi negara, termasuk Sila Pertama Pancasila, akan mengalami perubahan yang fundamental.
Artikel Terkait
Menko Zulhas Ungkap 27 Perintah Prabowo, Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis
Wapres Maruf Amin Dukung Wacana Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
Dua Ton Sampah Berhasil Dikeluarkan dari Sungai Kelingi dalam Aksi Bersih-Bersih
Ibunda Okin Buka Suara Soal Pacar Baru Putranya di Tengah Polemik Co-Parenting