Di kantornya yang ramai di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat penting. Selasa lalu, ia yang juga menjabat Kepala BNPP itu duduk bersama Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman beserta jajarannya. Agenda utamanya? Membahas persiapan program perumahan di daerah perbatasan, sebuah isu yang selalu mendesak.
Dalam arahannya, Tito menekankan satu hal. Ia meminta timnya serius menangkap peluang dari program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diusung Kementerian PUPR. Program itu sendiri menyasar wilayah perbatasan dengan target cukup ambisius: memperbaiki 15.000 unit rumah.
"Ini [Menteri PKP] Pak Ara, sudah menyampaikan 15.000, tadinya 10.000, ini [dinaikkan menjadi] 15.000," ujar Tito.
"Kemudian, tugas daripada BNPP, ini saya minta, tangkap betul program ini. Ini betul-betul kerjakan dengan hati," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima media.
Namun begitu, pekerjaan rumahnya tidak sederhana. Tito lantas memberi tugas konkret. BNPP harus segera memetakan daerah perbatasan mana saja yang paling layak jadi lokasi program. Mereka juga perlu menentukan berapa unit yang akan dibangun di tiap wilayah, sebuah pekerjaan yang butuh ketelitian ekstra.
Artikel Terkait
Baleg DPR Kaji Dampak Putusan MK Soal Wewenang Eksklusif BPK Hitung Kerugian Negara
BRI Luncurkan Layanan Tebus Gadai via BRImo, Beri Cashback 10%
Perundingan AS-Iran Mentok, Vance Sebut Bola di Tangan Teheran
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi Strategis dengan Rusia untuk Ketahanan Nasional