Lalu ada kabar dari jalur diplomasi. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dikonfirmasi bakal segera digelar. Agendanya jelas: energi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, kerja sama yang sudah jalan seperti proyek kilang Tuban antara Rosneft dan Pertamina bakal dibahas lagi. Itu skema bisnis ke bisnis. Tapi yang lebih menarik perhatian adalah wacana pembelian minyak mentah langsung dari Rusia.
Opsi ini bukan hal baru. Bahlil pernah menyinggung soal mengganti sekitar 20 persen pasokan yang biasa lewat Selat Hormuz dengan minyak Rusia. Langkah diversifikasi, katanya. Meski impor dari AS sudah mulai berjalan, Rusia tetap membuka peluang.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan kesiapan negaranya.
Jadi, dua berita besar ini saling berkait. Satu sisi, pasokan dari Timur Tengah terganggu. Di sisi lain, Indonesia mengincar sumber alternatif dari Utara. Dinamika pasar energi global memang tak pernah sepi kejutan.
Artikel Terkait
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Haji
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta