Tapi, keraguan cepat muncul kembali. Operasi darat Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus berlanjut. Belum lagi pernyataan keras dari Teheran yang menuduh Washington dan Israel melanggar kesepakatan. Mereka bahkan menyebut kelanjutan pembicaraan perdamaian sebagai hal yang "tidak masuk akal." Suasana kembali mencemaskan.
Namun begitu, langkah PM Israel Benjamin Netanyahu membuka negosiasi langsung dengan Lebanon mengubah segalanya. Negosiasi yang dikabarkan akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan peningkatan hubungan damai itu, cukup meyakinkan pasar untuk mengambil risiko lagi.
Euro dan Pound Ikut Menarik Napas
Melemahnya dolar otomatis jadi kabar baik bagi mata uang utama lainnya. Euro dan pound sterling sama-sama menguat pada perdagangan Kamis itu. Euro naik 0,3 persen ke level USD1,1697. Pound sterling juga menguat 0,3 persen, menjadi USD1,3434.
Di sisi lain, yen Jepang justru terlihat melemah. Mata uang ini kembali terdepak mendekati level psikologis 160 per dolar. Pasangan USD/JPY tercatat naik 0,3 persen ke posisi 159,02, menunjukkan pelemahan pada yen.
Artikel Terkait
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH