Di gedung ACLC KPK, Kuningan, suasana Kamis pagi itu tampak berbeda. Sebanyak 45 finalis Puteri Indonesia 2026 berkumpul, bukan untuk sesi latihan catwalk atau wawancara, melainkan untuk menerima pembekalan khusus tentang pemberantasan korupsi. Ini adalah upaya KPK untuk menyiapkan mereka sebagai duta anti-korupsi di tengah masyarakat.
Menurut Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, kegiatan semacam ini sudah jadi agenda rutin. Tujuannya jelas: agar pesan-pesan integritas bisa disebarluaskan lewat sosok-sosok yang punya daya tarik dan didengar banyak orang, khususnya generasi muda.
"Insyaallah, apa yang mereka katakan akan didengar oleh masyarakat atau setidak-tidaknya para pemuda, jiwa-jiwa para pemuda dan juga siswa-siswa yang sangat menyukai tentang adanya suatu kegiatan Putri Indonesia," ujar Ibnu.
Ia menambahkan, "Sehingga diharapkan para Putri Indonesia ini nanti akan dapat berperan serta dalam melakukan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan."
Di sisi lain, Wawan Wardiana, Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat KPK, punya rencana yang lebih konkret. Ia menyebut bahwa para finalis ini nantinya akan dilibatkan langsung dalam berbagai program pencegahan korupsi yang digelar KPK di daerah-daerah. Kolaborasi ini sebenarnya sudah mulai dijalankan, misalnya saat kegiatan di Yogyakarta tahun lalu.
Artikel Terkait
MUI Lampung Bagikan Contoh Khutbah Jumat tentang Menjaga Semangat Ibadah Pasca-Ramadan
Mantan Suami di Pati Robohkan Rumah Gono-Gini Usai Mantan Istri Akan Menikah Lagi
Pemkab Magetan Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN
FIFA Umumkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026, Termasuk Enam Wasit Perempuan