"Itulah sebabnya sejak Pak Prabowo dilantik, Kabinet Merah Putih ini mengusung tema pemberdayaan sebagai bagian dari kesungguhan kita untuk terus tumbuh dan kuat secara mandiri," paparnya.
"Pada dasarnya kita adalah bangsa yang kaya. Bangsa yang kaya yang sebetulnya memiliki seluruh syarat untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri."
Dia mengakui, saat ini Indonesia masih bergulat dengan krisis pangan, energi, dan sumber daya alam akibat salah kelola di masa lalu. Tapi klaimnya, dalam satu setengah tahun terakhir, ada progress. Indonesia kini disebut sudah mandiri di bidang pangan.
"Dalam seluruh sejarah perjalanan bangsa, stok pangan nasional kita adalah stok pangan yang terbesar kali ini," sebut Cak Imin dengan nada optimis.
"Ini wujud bukti nyata bahwa pemberdayaan bisa dilakukan dalam waktu singkat apabila kita semua memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi."
Ke depan, kolaborasi menjadi kunci. Cak Imin menargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa turun ke 0% tahun ini, dari data awal yang hampir mencapai 3 juta jiwa. Untuk kemiskinan relatif, dia pasang target maksimal 5% pada 2029.
Pendekatannya akan diperbaiki. Pola dan strategi harus terintegrasi dan kolaboratif.
"Saya mengajak IKA alumni beserta seluruh alumninya untuk benar-benar menjadi bagian kolaborasi produktif untuk menghasilkan Indonesia yang maju dan sejahtera," pungkasnya menutup sambutan.
Artikel Terkait
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015