Nah, hasil pemeriksaan kesehatan menyoroti sejumlah penyakit yang banyak diderita. Gangguan metabolik lipid menempati urutan teratas (8.680 orang), disusul obesitas (5.762 orang), hipertensi (4.474 orang), dan diabetes (2.391 orang).
“Kondisi-kondisi ini jelas menjadi faktor risiko di Tanah Suci,” ungkap Puji.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan DKI menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh. Mereka akan menggelar serangkaian upaya, mulai dari pemeriksaan kesehatan mendalam hingga edukasi bagi calon jamaah.
Haji/Ilustrasi Antara
Langkah-langkah ini sejalan dengan lima kebijakan utama kesehatan haji. Intinya, mencapai kondisi kesanggupan (istiha'ah) jamaah, mengendalikan faktor risiko, dan menjaga kesehatan mereka di semua fase sejak dari Indonesia, selama perjalanan, hingga di Arab Saudi.
Tak hanya itu. Upaya pencegahan penularan penyakit, baik yang dibawa keluar maupun masuk Indonesia, juga jadi prioritas. Terakhir, pemerintah ingin memaksimalkan peran serta masyarakat dalam menyukseskan program kesehatan haji ini.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon