Kholid menyampaikan keterangan itu pada Rabu (8/4/2026). Alat yang sempat dikira torpedo itu, jelasnya, adalah perangkat untuk keperluan ilmiah. Biasanya dipakai dalam penelitian atau pemantauan kondisi laut, dan sering ditempatkan di pelampung atau dasar perairan.
Meski sudah dipastikan aman, polisi tetap mengambil langkah hati-hati. Benda itu diamankan dan dibawa ke Polres setempat. Tujuannya dua: mencegah kepanikan di masyarakat dan untuk identifikasi lebih lanjut.
Imbauan pun disampaikan kepada publik. Polisi meminta masyarakat agar tetap tenang, namun waspada. Jika menemukan benda mencurigakan, terutama di kawasan wisata seperti ini, segera laporkan ke pihak berwenang. Penanganan yang cepat bisa mencegah salah paham dan kekhawatiran yang tidak perlu.
Begitulah kejadiannya. Heboh sesaat di pantai indah itu akhirnya berakhir dengan penjelasan yang masuk akal. Bukan ancaman, melainkan hanya alat penelitian yang tersesat.
Artikel Terkait
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Ponorogo
Trump Usulkan Usaha Patungan dengan Iran untuk Pungutan di Selat Hormuz
BGN Pastikan Pengawasan Ketat untuk Anggaran Program Makan Bergizi Gratis