BANDUNG Gelar juara bertahan ternyata tak membuat Persib Bandung berpuas diri. Malah sebaliknya. Di tengah persaingan Super League 2025/2026 yang makin sengit, Maung Bandung kembali jadi bahan perbincangan. Kali ini, namanya dikait-kaitkan dengan striker-striker naturalisasi Timnas Indonesia.
Rumor itu, seperti biasa, berawal dari media sosial. Akun @SeledingTekel mengklaim Persib sudah mulai ngobrol dengan seorang striker muda naturalisasi. Cuitan singkat itu langsung bikin heboh, apalagi mengingat satu sektor yang belum disentuh sama sekali: lini depan.
“BREAKING NEWS. Persib Bandung dirumorkan telah menjalin pembicaraan dengan seorang pemain muda naturalisasi yang berposisi sebagai striker,” tulis akun tersebut, Minggu (1/2/2026).
Memang, bursa paruh musim ini Persib terlihat cukup kalem. Dua pemain baru yang datang Layvin Kurzawa dan Dion Markx semuanya untuk pertahanan. Gelandang senior Dedi Kusnandar juga sudah balik dari masa pinjam di Bhayangkara FC. Tapi, tak ada penyerang baru. Tak ada tambahan amunisi gol.
Nah, di sinilah kegelisahan itu mulai muncul.
Juara Bertahan, Tapi Ada yang Mengganjal
Status juara bertahan itu bikin Persib punya beban ganda: mempertahankan identitas permainan sekaligus menjaga konsistensi hasil. Kompetisi musim ini jauh lebih ketat. Para lawan enggak main-main lagi, setiap klub punya persiapan ekstra.
Dalam situasi seperti ini, lini depan jadi kunci. Bukan cuma soal mencetak gol, tapi juga memberi variasi serangan dan jadi solusi saat rencana utama mentok.
Maka, wajar jika daftar striker naturalisasi Indonesia kembali disorot. Nama-nama seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Mauro Zijlstra, Jens Raven, dan Rafael Struick jadi bahan omongan. Tapi jangan salah, enggak semuanya realistis untuk didatangkan.
Jens Raven, misalnya, udah jadi bagian penting Bali United. Rafael Struick juga menemukan perannya di Dewa United. Dua nama itu kemungkinan besar tertutup untuk pindah.
Ole Romeny: Impian yang (Mungkin) Terlalu Jauh
Kalau cuma lihat profil, Ole Romeny tuh yang paling ideal. Usianya matang, punya pengalaman Eropa, dan fleksibel di lini depan. Tapi justru di situlah masalahnya.
Romeny masih masuk dalam rencana Oxford United. Meski lebih sering duduk di bangku cadangan, ia tetap dapat menit bermain. Dan yang lebih penting, Romeny sendiri sudah bilang kalau dia masih pengin bertahan di Eropa.
Buat Persib, mendatangkan pemain yang pikirannya masih ke Eropa di tengah musim adalah pertaruhan besar. Sulit membayangkan Romeny rela ninggalin jalur kariernya cuma untuk proyek jangka pendek.
Artikel Terkait
Ubed Sabet Gelar Thailand Masters Lewat Drama Tiga Gim Mencekam
Koldo Obieta Jadi Pahlawan, Borneo FC Tumbangkan PSIM di Detik-Detik Akhir
Persib Berburu Striker Naturalisasi, Mauro Zijlstra Jadi Opsi Utama?
PSIS Pecat Jafri Sastra: Langkah Strategis atau Hanya Pelampiasan Kekecewaan?