Trump Usulkan Usaha Patungan dengan Iran untuk Pungutan di Selat Hormuz

- Kamis, 09 April 2026 | 11:15 WIB
Trump Usulkan Usaha Patungan dengan Iran untuk Pungutan di Selat Hormuz

Washington – Ide-ide Presiden Donald Trump terkadang datang bak petir di siang bolong. Kali ini, dari Gedung Putih muncul wacana yang cukup mengejutkan: memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Bukan hanya pungutan biasa, Trump bahkan menyebut kemungkinan membentuk usaha patungan dengan Iran untuk mewujudkannya.

"Kami sedang memikirkan untuk melakukannya dalam bentuk usaha patungan," ujar Trump saat berbicara dengan ABC News, Rabu (8/4).

"Itu cara untuk mengamankannya, sekaligus melindunginya dari banyak pihak lain. Itu hal yang indah," tambahnya dengan nada khasnya.

Gagasan ini sebenarnya sudah diembuskan Trump sejak awal pekan. Pada Senin lalu, dalam konferensi pers, dia secara terbuka mempertanyakan, "Bagaimana jika kita memungut biaya?"

"Saya lebih memilih melakukan itu daripada membiarkan mereka (pihak Iran) yang melakukannya," tegasnya kala itu.

Rupanya, pikiran itu terus menggelayut. Malam sebelumnya, Selasa (7/4), Trump sudah menulis di Truth Social. Menurutnya, AS berpeluang meraup uang dalam jumlah besar dengan membantu mengurai kemacetan lalu lintas di selat strategis itu. Dia membayangkan AS akan menyediakan pasokan dan tetap berada di kawasan untuk memastikan kelancaran.

"Saya merasa yakin itu akan terwujud," tulisnya penuh keyakinan.

Namun begitu, ada satu poin penting yang dia tekankan. Trump menyatakan bahwa pembukaan kembali jalur perairan itu harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Jadi, ide pungutan dan usaha patungan ini bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan juga dikaitkan dengan resolusi konflik yang lebih besar.

Wacana ini tentu saja menuai beragam reaksi. Selat Hormuz adalah jalur vital bagi perdagangan minyak global. Memasukkan unsur pungutan apalagi lewat kerja sama dengan Iran yang selama ini bersitegang dengan AS adalah proposal yang sangat tidak biasa. Tapi, dalam politik global Trump, yang tidak biasa justru kerap menjadi menu utama.

Langkah selanjutnya? Kita tunggu saja. Trump terkenal dengan pernyataannya yang bisa berubah cepat. Tapi kali ini, dia terlihat cukup serius.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar