Akademisi: Festival Paskah GMIT di Kupang Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga

- Rabu, 08 April 2026 | 03:45 WIB
Akademisi: Festival Paskah GMIT di Kupang Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga

Namun begitu, ia mengingatkan satu hal penting. Nilai kerohanian dan teologis harus tetap dijaga agar kegiatan tidak tergeser oleh komersialisasi. “Ketika dikemas sebagai wisata rohani, pesan-pesan agama harus tetap muncul dan menjadi kekuatan utama,” tegas Roland.

Untuk memaksimalkan potensinya, ia mendorong beberapa hal. Pertama, perlu ada kalender event tetap agar wisatawan bisa merencanakan kunjungan. Kedua, pemerintah daerah harus melakukan rebranding melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan dan swasta.

“Ketika orang datang, ekonomi akan mulai bergerak,” ujarnya menggambarkan efek berantainya. Dari penginapan, kuliner, sampai ekonomi kreatif untuk oleh-oleh, semuanya bisa terdongkrak.

Ia punya usulan konkret. Dua model yang ideal dikembangkan: community based tourism, dengan masyarakat lokal sebagai aktor utama, dan integrasi rantai pasok. Model terakhir ini intinya menghubungkan ritual keagamaan dengan paket wisata serta peningkatan produk lokal.

“Dengan dua model ini, ke depan diharapkan Festival Pawai Paskah tetap mempertahankan makna kerohanian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi UMKM lokal,” pungkasnya. Sebuah harapan yang sederhana, tapi dampaknya bisa sangat luas bagi NTT.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar