Iran punya kecurigaan tersendiri soal misi penyelamatan pilot AS baru-baru ini. Mereka tak percaya itu cuma sekadar operasi kemanusiaan. Menurut mereka, di balik aksi penyelamatan pilot jet tempur yang ditembak jatuh di wilayahnya, Amerika Serikat punya agenda lain: mencuri uranium.
Presiden Donald Trump, pada Selasa (7/4/2026), dengan bangga mengumumkan keberhasilan pasukannya. Mereka katanya berhasil membawa pulang pilot yang hilang setelah insiden penembakan pada Jumat (3/4). Insiden itu sendiri cukup panas. Iran melaporkan telah menjatuhkan dua jet tempur AS, tiga drone, plus dua rudal jelajah.
Respon AS pun datang cepat. Mereka mengerahkan pesawat dan helikopter untuk menjalankan operasi penyelamatan. Tapi, langkah ini malah memicu baku tembak baru. Iran mengklaim kembali menembak jatuh dua pesawat dan satu helikopter penyelamat yang mereka sebut masuk wilayahnya.
Nah, situasi makin rumit ketika Trump mengirim pasukan elit Navy SEAL. Pengerahan kekuatan besar-besaran inilah yang bikin Tehran makin gerah. Mereka menuding, alasan menyelamatkan pilot itu cuma kedok belaka. Yang sebenarnya, menurut dugaan mereka, AS ingin menyelundupkan atau mencuri material nuklir.
Artikel Terkait
Dua Tewas dalam Kecelakaan Pikap dan Motor di Tikungan Tajam Pringsewu
Pemimpin Tertinggi Iran Dilaporkan Kritis dan Tak Sadarkan Diri di Qom
Ketua Komisi XI Kritik Komunikasi Pemerintah Pasca-Penurunan Prospek Kredit Indonesia
Kemacetan Pagi Landa Ruas Tol Menuju Jakarta Usai Libur Panjang