MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia berencana mengekspor bahan pangan utama, termasuk beras, ikan, dan bumbu, ke Arab Saudi untuk mendukung kebutuhan jamaah haji pada musim 2026. Inisiatif yang digagas Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, ini bertujuan memastikan pasokan makanan bagi ratusan ribu jamaah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat domestik. Rencana tersebut sedang dikembangkan dengan melibatkan sejumlah lembaga terkait di dalam negeri.
Strategi Pasokan Pangan dari Dalam Negeri
Langkah mengekspor bahan makanan untuk ibadah haji ini bukan hal baru sepenuhnya. Menurut Gus Irfan, sapaan akrab menteri, ekspor bumbu telah dilakukan pada dua musim haji sebelumnya dengan volume yang terus meningkat. Upaya ini kini diperluas ke komoditas yang lebih strategis.
"Kita upayakan semua makanan yang dimakan jamaah haji bisa kita ekspor dari Indonesia. Tahun ini dan tahun kemarin bumbu sudah. Kemarin 400 ton, hari ini 600 ton bumbu," jelasnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Manfaat Ganda: Keamanan Pangan dan Ekonomi
Dengan fokus pada produk lokal, kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan dampak berganda. Di satu sisi, jamaah haji Indonesia dapat mengonsumsi makanan dengan cita rasa dan standar yang lebih familiar. Di sisi lain, gelombang permintaan yang terukur setiap tahunnya dapat menjadi stimulus bagi sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan makanan dalam negeri.
Gus Irfan menegaskan komitmen untuk memprioritaskan produk lokal. "Kita upayakan beras juga dari Indonesia, dan ya nanti kita upayakan ikan, ikan patin segala macam. Tidak mengambil dari negara lain tapi tetap mengambil dari Indonesia. Supaya masyarakat kita juga bisa merasakan manfaat dari haji," ungkapnya.
Koordinasi dan Realisasi Logistik
Mewujudkan rencana ini tentu membutuhkan koordinasi logistik dan kelembagaan yang solid. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah akan menjalin sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, hingga Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman bahan makanan tersebut ke Arab Saudi.
Skala kebutuhan yang harus dipenuhi cukup besar. Berdasarkan perhitungan awal, diperkirakan diperlukan sekitar 2.000 ton lebih bahan pangan untuk mendukung 203.000 jamaah haji Indonesia selama kurang lebih 40 hari menjalani ibadah di tanah suci.
"Kita hitung kemarin kebutuhannya sekitar, belum banyak, sekitar 2 ribu sekian ton. Untuk 203 ribu jamaah selama 40 hari," tutur Gus Irfan merinci.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Strategis 4,5 Jam dengan Lima Pengusaha di Hambalang
Laporan: IDF Hadapi Krisis Sumber Daya Manusia Terparah Sejarah Akibat Beban Konflik
Pansel Resmi Dibentuk, Pencarian Pimpinan Baru OJK Dibuka hingga Maret 2026
BSI Catat Laba Bersih Rp7,57 Triliun di 2025, Didorong Tabungan Haji dan Emas