Kadin dan Kemenekraf Sepakati Kolaborasi Strategis untuk Pacu Ekosistem Kreatif 5.0

- Senin, 01 Desember 2025 | 06:20 WIB
Kadin dan Kemenekraf Sepakati Kolaborasi Strategis untuk Pacu Ekosistem Kreatif 5.0

Di Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih, suasana Minggu (30/11/2025) itu terasa cukup berbeda. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, tak menyembunyikan rasa apresiasinya. Kali ini, sasarannya adalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Pertama, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga," ujar Riefky. Menurutnya, niatan Kadin untuk membangun industri kreatif di Indonesia sangatlah serius. Hal ini bukan sekadar wacana belaka.

Keseriusan itu diwujudkan dengan sebuah langkah konkret: penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kemenekraf dan Kadin. Nota ini menjadi fondasi untuk membangun ekonomi kreatif di Tanah Air secara lebih terstruktur. Riefky sendiri tampak optimis dengan kolaborasi ini.

"Akan banyak kolaborasi antara ekonomi kreatif dan Kadin untuk 2026," tegasnya. Ia membeberkan bahwa kesepahaman ini mencakup banyak hal. Mulai dari pengembangan peluang industri kreatif, penguatan jejaring dunia usaha, hingga dorongan hilirisasi nilai tambah. Intinya, kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Riefky juga menyentuh soal arah besar yang sedang digarap kementeriannya. Ia menyebutnya sebagai ekosistem kreatif 5.0. Apa itu? Ini adalah sebuah pendekatan yang berusaha menyelaraskan tiga unsur penting.

"People sebagai fondasi talenta kreatif Indonesia, IP atau kekayaan intelektual sebagai sumber daya ekonomi masa depan, dan impact atau dampak sebagai nilai tambah ekonomi, sosial, dan teknologi yang ingin kita hadirkan," tuturnya menjelaskan.

Tak lupa, ia membeberkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam lima tahun kepemimpinannya, telah ditetapkan tujuh subsektor ekonomi kreatif prioritas. Pilihannya jatuh pada kuliner, kriya, fashion, games aplikasi, film, animasi, dan musik.

Alasannya jelas. Ketujuh sektor ini dinilai telah menyumbang kontribusi besar bagi perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang sangat tinggi. Dengan track record seperti itu, Riefky melihat peluang kolaborasi dengan Kadin terbuka sangat lebar.

"Sebetulnya kalau kita lihat MOU kita bisa masuk kluster mana saja," katanya. "Saya rasa hampir semua kluster kita bisa implementasikan bersama Kadin Indonesia."

Nampaknya, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat ekonomi kreatif Indonesia sedang dipacu untuk naik level.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar