PDRB Jatim Tembus Rp3.403 Triliun, Kontribusi ke Nasional Capai 14,4%

- Sabtu, 18 April 2026 | 21:00 WIB
PDRB Jatim Tembus Rp3.403 Triliun, Kontribusi ke Nasional Capai 14,4%

Warta Ekonomi, Jakarta Ekonomi Jawa Timur terus menunjukkan geliat yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini berhasil menembus angka fantastis: Rp3.403,17 triliun. Sebuah pencapaian yang patut disorot.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, tak menyembunyikan kebanggaannya. Dalam sebuah pertemuan dengan media di Nganjuk, Kamis (16/4/2026), dia membeberkan kontribusi Jatim yang sangat signifikan.

“Jadi kalau datang satu investasi nilainya Rp1 triliun pun itu enggak kelihatan. Karena PDRB kita ini bisa di atas Rp3.000 triliun setahun,” ujar Emil.

Itulah sebabnya, menurutnya, provinsi ini harus terus aktif mengejar investasi yang lebih besar lagi. Secara angka, kontribusi Jatim terhadap ekonomi nasional mencapai 14,40%, sementara di Pulau Jawa porsinya bahkan 25,29%. Tak heran jika daerah ini menjadi penyumbang terbesar kedua setelah ibu kota.

Dari sisi pertumbuhan, kinerja 2025 juga solid. Ekonomi Jatim tumbuh 5,33%, dengan akselerasi menarik di kuartal akhir yang mencapai 5,85%. Nah, yang menarik perhatian adalah peran sektor industri pengolahan. Sektor ini tumbuh lebih cepat dari rata-rata provinsi, yakni 5,98%.

“Artinya, sektor ini membantu mengerek pertumbuhan Jawa Timur ke atas,” tegas Emil.

Di sisi lain, Emil menegaskan komitmen untuk menjaga sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi. Hal ini penting untuk mencegah gejala deindustrialisasi yang dikhawatirkan banyak pihak. “Jangan sampai kemudian lebih banyak pengusaha itu enggak berani bikin pabrik,” tambahnya.

Upaya pemerataan pembangunan industri pun digencarkan. Kabupaten Nganjuk, yang dulu mungkin kurang dilirik, kini mulai menjadi primadona baru bagi investor.

“Beberapa dekade sebelumnya, tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai daerah basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati,” urainya.

Komitmen ini diamini oleh pemerintah daerah setempat. Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyebut realisasi investasi di wilayahnya sepanjang 2025 telah mencapai Rp1,6 triliun. Angka yang cukup mengesankan.

“Kami terus bersama-sama untuk menjadi katalisator,” kata Cahyo.

Pemerintah kabupaten, jelasnya, akan terus memberikan kemudahan bagi para investor. Tujuannya jelas: memperkuat posisi Nganjuk sebagai kawasan industri padat karya yang kompetitif, demi mendongkrak perekonomian Jatim secara keseluruhan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar