Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan di Gedung Putih untuk membahas langkah-langkah menghadapi program nuklir Iran. Diplomasi, tekanan ekonomi, dan kekuatan militer menjadi tiga opsi utama yang dibahas kedua pemimpin.
Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan bahwa Netanyahu tidak menyampaikan preferensi Israel untuk melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam briefing kepada wartawan usai pertemuan pada Selasa waktu setempat.
"Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," kata pejabat tersebut merujuk pada Trump, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/7/2026).
Pejabat yang enggan disebut namanya itu menjelaskan bahwa Trump memiliki tiga opsi yang dibahas secara mendalam: kesepakatan yang dinegosiasikan, melanjutkan blokade dan tekanan ekonomi, serta serangan besar-besaran. Netanyahu juga menambahkan ide-ide baru ke dalam diskusi, meski tidak dirinci lebih lanjut.
Pejabat Israel itu mengakui posisi Trump sebagai "mitra senior" sementara Netanyahu sebagai "mitra junior" dalam konflik dengan Iran. Ia juga mencatat adanya tanda-tanda bahwa penguasa Iran mulai goyah akibat inflasi yang meningkat dan frustrasi publik. Namun, dampak terhadap ekonomi global dan pasar minyak tetap menjadi pertimbangan utama.
Artikel Terkait
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk Netanyahu atas Tuduhan Genosida
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu