Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perubahan tajam peta elektabilitas calon presiden. Dalam simulasi dua nama, Dedi Mulyadi unggul telak atas Presiden Prabowo Subianto.
Survei SMRC periode Juli 2026 mencatat elektabilitas Presiden Prabowo Subianto menurun signifikan. Jika pemilu digelar saat ini, Prabowo akan kalah dari Dedi Mulyadi yang kini menempati posisi teratas. Dalam simulasi head-to-head, Dedi Mulyadi meraih 59 persen dukungan, sementara Prabowo hanya 28,3 persen. Sebanyak 12,7 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawaban.
Angka ini berbalik drastis dibanding survei Februari-Maret 2026, saat Prabowo masih memimpin dengan 50,5 persen dan Dedi Mulyadi 42,6 persen.
Simulasi Terbuka
Dalam simulasi terbuka banyak nama, Dedi Mulyadi juga berada di puncak dengan 35,0 persen, naik dari 19,7 persen pada November 2025. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen. Sisanya, 50,5 persen dukungan tersebar ke sejumlah tokoh nasional, termasuk 12,8 persen yang belum menjawab.
SMRC dan pengamat menilai lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi berkaitan dengan komunikasi publik yang intensif di media sosial. Aktivitasnya menemui warga, menangani korban musibah, menertibkan bangunan liar, hingga memantau pembangunan jalan disajikan secara visual dan mudah diterima. Gaya membumi, turun langsung ke lapangan, dan pendekatan budaya lokal Jawa Barat dinilai memperkuat kedekatan dengan masyarakat, mengubah popularitas digital menjadi dukungan elektoral.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Akan Uji Coba Kereta Nusantara Explorer di Jawa Tengah
Satpam Bundaran HI yang Viral Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi, Pilih Bertahan di Jakarta
Prabowo Naikkan Tunjangan Kinerja Pegawai Kemhan dan Prajurit TNI
Prabowo Hadiri Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP di Batang