Suasana di Hotel Radisson Lampung Kedaton pada Sabtu (18/4) pagi tampak berbeda. Ruang seleksi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi dipenuhi wajah-wajah muda penuh semangat. Dalam acara pembukaan itu, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, tak ragu menyebut mereka sebagai calon pemimpin bangsa untuk 15-20 tahun ke depan.
“Karena adik-adik ini, 15-20 tahun mendatang adalah pemimpin bangsa ini. Benar tidak?” ujarnya, memecah keheningan.
“Siapa yang mau jadi Presiden? Jadi Menteri? Jadi anggota MPR? Banyak kan. Jadi saya mengucapkan kepada adik-adik semua, selamat berkompetisi! Tunjukkan kemampuan terbaik,” tambah Siti, yang ternyata juga berdarah Lampung.
Pesertanya sendiri bukan sembarangan. Mereka berasal dari sembilan sekolah terbaik hasil kurasi ketat, yang menyisihkan puluhan sekolah lain se-Lampung. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, beserta jajaran dari Sekretariat Jenderal MPR.
Dengan membuka sapaan khas ‘Tabik Pun’, Siti Fauziah lantas menyelipkan semangat lokal. Ia mengaitkan semboyan ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’ dengan soliditas penyelenggaraan LCC kali ini. Namun begitu, ia berpesan agar semangat sportivitas dan persatuan tetap dijaga. Jangan sampai persaingan justru merusak persahabatan. “Mereka semua bersatu mewakili Lampung,” tegasnya.
Di sisi lain, Thomas Amirico melihat ajang ini lebih dari sekadar pertandingan biasa. Baginya, ini adalah strategi untuk menanamkan nasionalisme.
“Ini bukan sekadar kompetisi,” ujar Thomas.
“Tapi bagaimana anak-anak kita merasakan cinta tanah air, organisasi, dan bagaimana ke depan kita mendorong anak-anak kita supaya dengan jiwa, semangat, hati, dan rasa kebanggaan dalam rangka menjaga kehidupan berbangsa ini,” paparnya panjang lebar.
Ia menegaskan, LCC Empat Pilar adalah gerakan pendidikan kebangsaan yang strategis. Tujuannya jelas: menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam diri generasi muda. Semua itu merupakan bagian dari persiapan menyambut Indonesia Emas 2045.
“Lomba ini tidak hanya sekadar untuk meraih kemenangan,” tandasnya lagi.
“Namun mewujudkan generasi muda yang memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Saya berharap melalui ajang ini lahir siswa-siswi terbaik yang menjadi teladan kebangsaan.”
Sehari sebelumnya, seluruh peserta sudah mengikuti technical meeting. Mereka diberi pemaparan materi, penjelasan teknis lomba, hingga pengundian nomor peserta. Kesembilan sekolah yang bertarung itu antara lain SMAN 2 Kotabumi, SMK Negeri 1 Metro, SMA Hang Tuah, SMAS AL Kautsar, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMAN 12 Bandar Lampung, SMAN 1 Gadingrejo, SMA Negeri 1 Bangunrejo, dan SMAN 01 Tumijajar. Pemenangnya nanti akan maju mewakili Lampung di kancah nasional.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Siti Fauziah menyampaikan terima kasihnya. “Saya juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung beserta jajarannya atas dukungan dan kerja sama ini dalam membangun generasi muda yang berkarakter,” tuturnya. Harapannya sederhana: dari ajang seperti inilah, karakter dan kepemimpinan masa depan ditempa.
Artikel Terkait
Sebastian Frey Berjanji Kembali ke Indonesia untuk Berlibur Usai Tampil di Clash of Legends
Warga Desa Jubung Jember Andalkan Perahu Karet Usai Jembatan Putus Diterjang Banjir
Lula Kritik Gaya Komunikasi Trump yang Sebarkan Ancaman Lewat Media Sosial
Badan Geologi Ingatkan Warga Tomohon Waspadai Gas Beracun dan Erupsi Freatik Gunung Lokon