Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, tampak seperti biasa Senin lalu. Tapi bagi Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar, hari itu diwarnai kabar duka. Agrapinus Rumatora, atau yang akrab disapa Nus Kei, Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, tewas setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra.
Bahlil pun menyampaikan rasa duka citanya. "Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara," ujarnya.
Dia melanjutkan dengan nada berat, "Saudara saya, Pak Nus dan semoga diterima di sisi Allah SWT."
Namun begitu, di balik duka, ada tuntutan untuk keadilan. Bahlil sudah bergerak. Ia meminta Sekjen partai, M Sarmuji, untuk turun tangan mendampingi proses hukum yang sedang berjalan. Tekadnya jelas: kasus ini harus diusut tuntas.
"DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi, untuk dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," ungkap Bahlil. "Kita serahkan kepada aparat penegak hukum, tapi DPP Golkar, telah meminta agar ini diusut secara tuntas dan bisa diselesaikan secara saksama."
Di sisi lain, perkembangan dari lapangan datang dari Polda Maluku. Dua pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) sudah tidak lagi berada di Maluku Tenggara. Mereka dipindahkan ke Mapolda di Kota Ambon.
Alasannya? Keamanan.
"Kedua pelaku penikaman tewaskan Nus Kei telah dipindahkan ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut," jelas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, Senin (20/4).
Menurut sejumlah saksi, peristiwa naas itu terjadi Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 waktu setempat. Bandara Karel Sadsuitubun Ibra di Kei Kecil mendadak jadi tempat kejadian perkara. Nus Kei baru saja turun dari pesawat, usai melakukan perjalanan dari Jakarta. Entah apa yang terjadi kemudian, yang jelas aksi penikaman itu merenggut nyawanya.
Kombes Rositah mengonfirmasi kronologi itu. "Terjadinya tindak pidana penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei," katanya.
Korban sempat diberi pertolongan. Dia dievakuasi ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun kurang dari sejam setelah kejadian. Sayangnya, upaya tim medis tak cukup. Luka yang diderita Nus Kei terlalu parah.
"Sempat dirawat di RS, namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami," tutur Rositah, mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Langgur
Dominik Szoboszlai Alami Musim Tanpa Gelar Pertama dalam Karier Setelah Liverpool Tersingkir
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia
IDF Selidiki Prajurit yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Selatan