JAKARTA Ada perubahan rencana di Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri Dody Hanggodo baru-baru ini mengumumkan bahwa anggaran kementeriannya akan dipangkas. Tak tanggung-tanggung, pemotongannya mencapai Rp12,71 triliun dari pagu awal yang semula ditetapkan sebesar Rp118,18 triliun. Alhasil, pagu indikatif untuk tahun 2026 ini kini menyusut menjadi Rp106,18 triliun.
Pengumuman ini disampaikan Dody dalam Rapat Kerja dengan DPR, Selasa lalu. Ia menjelaskan, langkah penyesuaian ini bukan inisiatif sepihak. Semuanya merujuk pada surat dari Menteri Keuangan bernomor S-1181, tertanggal 1 April 2026, yang memerintahkan optimalisasi belanja di seluruh kementerian dan lembaga.
"Penajaman belanja ini berdasarkan Surat Menteri Keuangan No. S-1181 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA tahun 2026 menjadi sebesar Rp106,18 triliun," ucap Dody, Rabu kemarin.
Lantas, bagaimana dengan proyek-proyek infrastruktur yang sudah direncanakan? Menurut Dody, meski anggaran berkurang, target pembangunan di berbagai sektor dijamin tetap berjalan. Ia pun merinci sejumlah target yang tetap dipertahankan.
Di bidang sumber daya air, pemerintah masih mengejar pembangunan jaringan irigasi baru hampir 16.000 hektare. Rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak juga tetap diprioritaskan, mencakup 86.000 hektare. Untuk mengatasi banjir, ditargetkan pembangunan pengendalian banjir sepanjang 72 kilometer, plus pengamanan pantai 7 km. Penyediaan air baku 200 liter per detik juga masuk dalam daftar. Program berbasis masyarakat seperti P3-TGAI pun ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi.
Pindah ke sektor jalan dan jembatan, rencananya tetap padat. Ada target pembangunan jalan baru sepanjang 102 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan untuk 1.500 km, serta pekerjaan terkait jembatan mulai dari pembangunan dan duplikasi sepanjang 2,2 km, preservasi 93 kilometer, penggantian 2 km, hingga pembangunan 92 unit jembatan gantung.
Tak ketinggalan, pembangunan jalan tol sepanjang 33,60 km dan preservasi rutin jalan nasional yang panjangnya mencapai 46.100 km juga masuk dalam agenda. Untuk jalan daerah, ditargetkan pembangunan sepanjang 50,6 km.
Di sisi lain, bidang cipta karya juga punya segudang target. Infrastruktur dasar seperti air minum dan sanitasi akan disediakan melalui program PAMSIMAS di 410 lokasi dan SANIMAS di 917 lokasi. Pengolahan sampah pun tak dilupakan, dengan rencana membangun 63 lokasi TPS-3R.
Yang menarik, pembangunan prasarana strategis juga tetap digeber. Pemerintah menargetkan pembangunan ribuan unit sekolah, mulai dari sekolah keagamaan, sekolah rakyat, hingga sekolah dasar dan menengah. Perguruan tinggi, pasar, prasarana olahraga, bahkan cagar budaya juga masuk dalam daftar.
"Kita juga melakukan pembangunan prasarana kesehatan sebanyak 2 unit, prasarana peribadatan ada 2 unit, dan prasarana strategis lainnya sebanyak 1 unit," tutur Dody menambahkan.
Jadi, meski anggaran dipangkas cukup dalam, pemerintah berupaya keras agar geliat pembangunan infrastruktur nasional tidak ikut terpotong. Semua target itu tetap diletakkan di atas kertas, meski tantangan eksekusinya nanti pasti akan lebih berat.
Artikel Terkait
BFF Festival 2026 Targetkan Transaksi Rp20 Miliar, Dorong Kolaborasi Brand Lokal di Tengah Tantangan Industri
David Beckham Resmi Jadi Miliarder Berkat Kerajaan Bisnis Pasca-Pensiun
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru
Fabregas Tegas Tolak Kepulangan Nico Paz ke Real Madrid