Anggaran PUPR Dipangkas Rp12,71 Triliun, Target Infrastruktur Tetap Dijalankan

- Rabu, 08 April 2026 | 06:20 WIB
Anggaran PUPR Dipangkas Rp12,71 Triliun, Target Infrastruktur Tetap Dijalankan

JAKARTA Ada perubahan rencana di Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri Dody Hanggodo baru-baru ini mengumumkan bahwa anggaran kementeriannya akan dipangkas. Tak tanggung-tanggung, pemotongannya mencapai Rp12,71 triliun dari pagu awal yang semula ditetapkan sebesar Rp118,18 triliun. Alhasil, pagu indikatif untuk tahun 2026 ini kini menyusut menjadi Rp106,18 triliun.

Pengumuman ini disampaikan Dody dalam Rapat Kerja dengan DPR, Selasa lalu. Ia menjelaskan, langkah penyesuaian ini bukan inisiatif sepihak. Semuanya merujuk pada surat dari Menteri Keuangan bernomor S-1181, tertanggal 1 April 2026, yang memerintahkan optimalisasi belanja di seluruh kementerian dan lembaga.

"Penajaman belanja ini berdasarkan Surat Menteri Keuangan No. S-1181 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA tahun 2026 menjadi sebesar Rp106,18 triliun," ucap Dody, Rabu kemarin.

Lantas, bagaimana dengan proyek-proyek infrastruktur yang sudah direncanakan? Menurut Dody, meski anggaran berkurang, target pembangunan di berbagai sektor dijamin tetap berjalan. Ia pun merinci sejumlah target yang tetap dipertahankan.

Di bidang sumber daya air, pemerintah masih mengejar pembangunan jaringan irigasi baru hampir 16.000 hektare. Rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak juga tetap diprioritaskan, mencakup 86.000 hektare. Untuk mengatasi banjir, ditargetkan pembangunan pengendalian banjir sepanjang 72 kilometer, plus pengamanan pantai 7 km. Penyediaan air baku 200 liter per detik juga masuk dalam daftar. Program berbasis masyarakat seperti P3-TGAI pun ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi.

Pindah ke sektor jalan dan jembatan, rencananya tetap padat. Ada target pembangunan jalan baru sepanjang 102 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan untuk 1.500 km, serta pekerjaan terkait jembatan mulai dari pembangunan dan duplikasi sepanjang 2,2 km, preservasi 93 kilometer, penggantian 2 km, hingga pembangunan 92 unit jembatan gantung.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar