Ekonom UMY Dukung Wacana Potong Gaji Menteri, Tapi Ingatkan Tak Cukup Atasi Defisit

- Selasa, 07 April 2026 | 18:30 WIB
Ekonom UMY Dukung Wacana Potong Gaji Menteri, Tapi Ingatkan Tak Cukup Atasi Defisit

Lalu apa alternatifnya?

Imamudin mendorong pemerintah untuk serius menggarap pengembalian aset negara dari kasus korupsi. Potensi ini, katanya, sering luput dari kalkulasi fiskal formal padahal nilainya bisa signifikan untuk situasi darurat.

Di sisi lain, ia mendukung langkah penghematan yang sudah mulai dijalankan, seperti memangkas anggaran perjalanan dinas dan mengetatkan pencairan dana pembangunan. Hanya saja, ke depan, langkah itu harus diperdalam.

“Pemerintah akan lebih ketat lagi dalam pemanfaatan anggaran negara. Dalam situasi seperti ini, penghematan signifikan pada sektor-sektor yang tidak prioritas adalah langkah yang tidak bisa dihindari,” pungkas Imamudin.

Wacana ini sendiri mengemuka setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak keberatan gajinya dipotong, bahkan memprediksi potongannya bisa sampai 25%. Meski begitu, Purbaya menegaskan, keputusan akhir ada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar