Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap di Board of Peace, Siap Tarik Diri Jika Tak Ada Kemajuan

- Jumat, 06 Maret 2026 | 12:45 WIB
Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap di Board of Peace, Siap Tarik Diri Jika Tak Ada Kemajuan

Di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis kemarin, suasana terasa hangat. Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan sejumlah kiai dan tokoh ormas Islam. Dari pertemuan itu, ada satu poin yang mencuri perhatian: soal posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) di tengah gejolak Timur Tengah yang tak kunjung reda.

Menurut Habib Hanif Alatas dari FPI yang hadir dalam pertemuan itu, Prabowo punya sikap yang cukup jelas. Intinya, Indonesia untuk saat ini memilih bertahan di forum tersebut. Namun begitu, presiden juga tak menutup mata pada berbagai desakan agar negara kita justru keluar dari BoP.

“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu,”

Jelas Habib Hanif usai mendengarkan penjelasan langsung dari Prabowo.

Jadi, posisinya seperti berdiri di tepi. Tetap di dalam, tapi dengan satu kaki siap melangkah keluar. Bagi Prabowo, seperti yang ditangkap Hanif, BoP masih dianggap sebagai jalur paling realistis yang tersedia saat ini untuk mengupayakan perdamaian jangka panjang di Gaza. Ia masih melihat celah di sana.

Pandangan serupa juga mengemuka dari Nusron Wahid, tokoh NU yang juga menjabat sebagai Menteri ATR/BPN. Dalam kesempatan itu, Prabowo memang membahas perkembangan terkini geopolitik kawasan, termasuk detail keterlibatan Indonesia di BoP. Poin mundur jika tak ada kemajuan, sekali lagi, ditegaskan.

Jadi, narasi yang muncul dari Istana bukanlah komitmen buta. Melainkan sebuah keterlibatan yang waspada, penuh kalkulasi, dan selalu siap dievaluasi ulang. Semuanya bergantung pada satu hal: apakah forum itu benar-benar bisa membawa manfaat bagi Palestina dan tentunya, bagi Indonesia sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar