"Sesuai janji, Kompi siap mengganti kerusakan di alun-alun. Makanya kita ramai-ramai ke sini menyerahkan uang koin. Silakan hitung sendiri. Kalau kurang, tinggal minta lagi ke kita," tegasnya.
Mereka pun dengan sabar menghitung koin-koin itu secara estafet, di tempat. Sebelumnya, perwakilan mereka sudah bertemu Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dan meminta dana ini diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Di sisi lain, respons dari pihak pemkab tampaknya masih ditahan. Bupati Lucky Hakim sempat menemui massa, namun memilih untuk tidak memberikan keterangan pers. Ia langsung kembali ke dalam pendopo setelah pertemuan singkat itu.
Proyek yang mereka tolak itu sendiri bukan main-main. Masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional, rencana revitalisasi tambak di pesisir utara Jawa Barat ini telah memicu ketegangan panjang. Demo awal April itu hanyalah puncak gunung es dari keresahan yang sudah lama mengendap.
Aksi bayar pakai koin ini, di luar soal nominal, jelas sebuah pernyataan. Sebuah pernyataan sikap dari warga kecil yang mencoba memenuhi kewajiban dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Arsenal Hadapi Sporting CP di Liga Champions Tanpa Saka dan Timber
Ketua Banggar DPR Soroti Salah Sasaran Subsidi Energi, Desak Reformasi Mendesak
Lebih dari 750 Sekolah Iran Rusak, 310 Siswa dan Guru Tewas dalam Serangan AS-Israel
Presiden Iran Klaim 14 Juta Warga Siap Berkorban, Muncul Kekhawatiran Rekrutmen Anak