Sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Bareskrim Polri ternyata cukup sibuk menangani kasus penyimpangan bahan bakar dan gas bersubsidi. Mereka berhasil membongkar 655 kasus, dengan jumlah tersangka yang ditangkap mencapai 672 orang. Angka ini tak main-main dan menggambarkan betapa luasnya masalah ini.
Brigjen Mohammad Irhamni, selaku Dirtipidter Bareskrim Polri, mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa lalu.
“Kami sudah mengantisipasi hal ini,” ujarnya. “Adanya kelangkaan atau kenaikan harga BBM nonsubsidi sering memicu penyimpangan di lapangan.”
Menurutnya, sepanjang 2025 saja, operasi gabungan Bareskrim dan Polda jajaran berhasil mengungkap praktik ilegal di 568 TKP yang tersebar di 33 provinsi. Dari sana, 583 tersangka diamankan.
Artikel Terkait
Petugas Damkar Jadi Korban Begal Brutal di Gambir, Motor dan HP Dibawa Kabur
Polresta Sidoarjo Raih Nilai A dari Ombudsman, Dinilai Sangat Baik
Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS untuk Lulusan SMA pada Mei 2026
Buron Narkoba Jaringan Ko Erwin The Doctor Ditangkap di Penang