Ramadan di Jakarta selalu punya magnetnya sendiri. Salah satunya adalah keriuhan 'war' takjil di Bendungan Hilir, atau yang lebih dikenal dengan Benhil. Kawasan itu sudah jadi ikon, tempat orang-orang berburu hidangan untuk berbuka. Tapi tahun ini, ceritanya agak berbeda.
Di balik keramaian yang terlihat, banyak pedagang justru mengeluh. Omzet mereka anjlok, jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, istilah 'war' sendiri seolah menjanjikan keriuhan pembeli yang saling berebut.
Yusra, salah satu pedagang di sana, merasakan betul penurunan itu. Pria yang biasa jual nasi padang ini, selama Ramadan menawarkan bubur kampiun. "Kalau tahun kemaren sih kita bisa laku seribu porsi sehari," ujarnya.
Tapi sekarang? Jauh sekali.
Artikel Terkait
Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumsel, Permudah Akses Warga
AS Setujui Penjualan Darurat 12.000 Bom ke Israel Senilai Rp2,4 Triliun
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak untuk Dukung Program Pangan Prabowo
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Peringatkan Indonesia Akan Berebut Pasokan Migas dengan China dan India