Cekcok Pesta Miras Berujung Maut di Jalan Sepi Madiun

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:18 WIB
Cekcok Pesta Miras Berujung Maut di Jalan Sepi Madiun

Dini hari yang sepi di Jalan Jolorante, Madiun, Kamis kemarin, berubah jadi mencekam. Sekitar pukul setengah tiga pagi, Verind Wibowo Putra (19) ditemukan tewas. Lokasinya di depan rumah bernomor 8, wilayah Kelurahan Josenan.

Polisi menduga, pelakunya adalah seorang remaja berinisial MRA. Usianya baru 16 tahun, tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, di Jalan Setinggil.

Menurut Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Riadi, semua berawal dari pesta minuman keras. Malam sebelumnya, Rabu sekitar pukul 23.30, MRA dan beberapa temannya sedang berpesta di tempat itu.

"Korban datang bersama rekannya," jelas Agus, Jumat (2/1).

"Langsung menanyakan kepada pelaku apa dahulu pernah ada masalah dengannya. Dan langsung dijawab tidak," imbuhnya.

Namun begitu, percakapan itu justru memicu cekcok. Suasana memanas dengan cepat, berubah jadi keributan saling pukul. Beberapa orang sempat mencoba melerai, memisahkan mereka. Tapi upaya itu gagal. Pertengkaran kembali berkobar.

Dan tiba-tiba, dalam kericuhan itu, MRA mengeluarkan sebuah pisau.

"Sempat dipisah tapi tidak berlangsung lama," ujar Agus, menggambarkan kronologi yang berlarut-larut.

"Kembali lagi terjadi pemukulan, hingga akhirnya muncul peristiwa penusukan, yang menyebabkan korban meninggal dunia."

Polisi bergerak cepat. Pelaku berhasil diamankan di hari yang sama. Dari pemeriksaan, senjata yang digunakan adalah pisau lipat. Pisau itu sengaja dibawa oleh MRA, meski motif membawanya masih samar. Apakah memang sudah ada niat jahat dari awal, atau sekadar bawaan biasa?

"Terduga pelaku mengaku membelinya di toko online," kata Agus. "Senjata tersebut sudah kami amankan."

Saat ini, penyidik masih menyelami lebih dalam. Motif di balik tusukan mematikan itu masih jadi pertanyaan besar. Mereka tak hanya mengandalkan pengakuan pelaku.

"Saksi yang diperiksa sampai detik ini sudah ada enam orang," jelas Agus. "Enam orang saksi kami mintai keterangannya."

Selain keterangan saksi, petugas juga menunggu hasil yang lebih konkret dari meja visum. "Kami tunggu hasil visum seperti apa untuk mengetahui penyebab kematian korban," pungkasnya. Semua petunjuk itu akan menyusun gambaran utuh dari tragedi yang merenggut nyawa seorang pemuda itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar