Trump Tetapkan Syarat Mutlak Larangan Nuklir Iran demi Kesepakatan Damai

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:25 WIB
Trump Tetapkan Syarat Mutlak Larangan Nuklir Iran demi Kesepakatan Damai

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hanya akan menyetujui kesepakatan damai dengan Iran apabila seluruh persyaratan yang diajukan dipenuhi, termasuk larangan mutlak bagi Teheran untuk memiliki senjata nuklir. Pernyataan tegas itu disampaikan oleh seorang pejabat Gedung Putih yang meminta namanya tidak disebutkan, sesaat setelah Trump menggelar pertemuan tertutup dengan para ajudannya di Ruang Situasi untuk membahas kemungkinan perjanjian damai.

Menurut pejabat tersebut, pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu menghasilkan kesimpulan bahwa Trump hanya akan menerima kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat dan sejalan dengan garis merah yang telah ditetapkan. “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujarnya, menegaskan salah satu syarat utama yang tidak dapat ditawar.

Sebelum pertemuan itu, Trump mengakui bahwa dirinya tengah berada pada tahap akhir pengambilan keputusan terkait kelanjutan perang dengan Iran. Dalam unggahan panjang di media sosial, ia menyatakan akan memutuskan apakah akan mencapai kesepakatan damai atau tidak. “Saya akan bertemu sekarang, di Ruang Situasi, untuk membuat keputusan akhir,” tulisnya.

Dalam pernyataan yang sama, Trump menekankan bahwa Iran harus bersedia untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir dan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia juga menambahkan bahwa persediaan uranium yang diperkaya di Iran harus ditangani oleh Amerika Serikat, bekerja sama dengan pemerintah Iran dan Badan Energi Atom Internasional, untuk kemudian dihancurkan.

Mengenai isu kompensasi finansial, Trump bersikap tegas. Ia menolak gagasan pembayaran uang tunai kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan. “Tidak akan ada uang yang ditukar, sampai pemberitahuan lebih lanjut,” katanya, seraya menyebut bahwa hanya hal-hal yang jauh tidak penting yang telah disepakati sejauh ini.

Sementara itu, Iran memberikan respons yang tidak kalah keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa negaranya tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai program nuklir. “Pada tahap ini, kami fokus pada mengakhiri perang, dan tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir,” ujarnya kepada televisi pemerintah.

Baqaei juga mengakui bahwa pertukaran pesan antara kedua pihak masih berlangsung, namun belum ada kesepakatan akhir yang tercapai. “Mengenai kesepahaman, pertukaran pesan terus berlanjut, tetapi belum ada kesepakatan akhir yang tercapai,” katanya, menutup kemungkinan adanya terobosan diplomatik dalam waktu dekat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar