Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi, Siap Hadapi Ancaman El Nino

- Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi, Siap Hadapi Ancaman El Nino

Stok beras pemerintah mencatatkan rekor baru. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan, cadangan beras pemerintah (CBP) per 7 April 2026 telah menembus angka 4,59 juta ton. Ini, katanya, adalah posisi tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah.

Dengan gudang yang penuh, Amran merasa yakin. Kondisi stok nasional dinilainya sangat aman, bahkan untuk menghadapi ancaman El Nino "Godzilla" yang diprediksi bakal membawa kemarau panjang ke banyak daerah di Tanah Air.

"Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan. Jadi, insyaAllah pangan kita aman,"

ujar Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa lalu.

Memang, tantangan sudah di depan mata. Musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai melanda Nusa Tenggara Timur pada April ini. Perlahan-lahan, kekeringan akan meluas ke provinsi lain dan puncaknya terjadi sekitar Agustus nanti.

Menghadapi itu, Kementan tak tinggal diam. Amran menyebut sudah meminta para kepala daerah untuk segera bertindak. Langkahnya beragam, mulai dari memetakan daerah rawan kekeringan, mempercepat masa tanam, hingga mengoptimalkan sistem irigasi dan merehabilitasi embung.

Dukungan peralatan juga disiagakan. "Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, handsprayer, transplanter, dan lain-lain," jelasnya.

Di sisi lain, capaian stok yang membengkak ini tentu ada penyebabnya. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkap peran aktif Bulog dalam menyerap gabah dan beras dari petani. Kerja keras itu membuahkan hasil.

Per 5 April kemarin saja, realisasi penyerapan Bulog sudah mencapai 1,6 juta ton. Angka itu disebut Rizal sebagai yang tertinggi dalam sejarah untuk periode Januari-Awal April.

Lalu, bagaimana dengan kapasitas penyimpanannya? Menurut Rizal, tak perlu khawatir. Gudang Bulog masih sanggup menampung cadangan yang ada. Bahkan, mereka sedang dalam proses menyewa gudang tambahan berkapasitas 762 ribu ton, plus membangun gudang baru yang bisa menampung 250 ribu ton.

"Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,"

tegas Rizal menutup penjelasannya.

Jadi, dengan stok melimpah dan langkah antisipasi yang sudah disiapkan, pemerintah merasa cukup percaya diri. Mereka klaim ketahanan pangan nasional, setidaknya untuk beras, berada dalam kondisi yang kuat menghadapi cuaca ekstim tahun ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar