JK: Kepercayaan Kunci Peran Indonesia sebagai Penengah Konflik Timur Tengah

- Selasa, 07 April 2026 | 15:50 WIB
JK: Kepercayaan Kunci Peran Indonesia sebagai Penengah Konflik Timur Tengah

JK di UI: Bicara Peran Indonesia di Tengah Kemelut Timur Tengah

Suasana aula di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (7/4/2026) lalu, cukup ramai. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum yang mengangkat tema panas: dinamika konflik Timur Tengah. Diskusi berlangsung serius, tapi cair. Sampai kemudian, seorang mahasiswa melemparkan pertanyaan kritis yang menyentuh langsung pada posisi kita di peta geopolitik global.

Intinya, mampukah Indonesia jadi penengah dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran?

“Apakah konflik di dunia ini Indonesia dapat berperan?” ujar JK, mengulang pertanyaan sang mahasiswa.

Dia tak langsung menjawab ya atau tidak. Ada jeda sebentar. Lalu, dengan tenang, JK menyambung.

“Dapat saja, pasti.”

Namun begitu, syaratnya jelas. “Asal kita mempunyai kepercayaan dari mereka,” tegasnya, merujuk pada pihak-pihak yang sedang bertikai. Menurut JK, modal utama untuk mendamaikan konflik bukanlah kekuatan militer atau ekonomi semata. Melainkan kepercayaan. Dan di situlah persoalannya.

Dia menilai, kepercayaan itu belum sepenuhnya ada. Ambil contoh Iran. “Sekarang ini seperti Iran, dia tidak terlalu percaya kita,” ucap JK dengan nada lugas.

Pandangan dari Teheran, katanya, menganggap Indonesia terlalu condong ke Amerika. Persepsi seperti inilah yang, dalam pandangan JK, menjadi penghalang besar bagi diplomasi kita. Tanpa kepercayaan itu, sulit bagi siapapun untuk duduk di meja perundingan sebagai pihak yang netral dan diterima semua kubu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar