“Dapat saja, pasti.”
Namun begitu, syaratnya jelas. “Asal kita mempunyai kepercayaan dari mereka,” tegasnya, merujuk pada pihak-pihak yang sedang bertikai. Menurut JK, modal utama untuk mendamaikan konflik bukanlah kekuatan militer atau ekonomi semata. Melainkan kepercayaan. Dan di situlah persoalannya.
Dia menilai, kepercayaan itu belum sepenuhnya ada. Ambil contoh Iran. “Sekarang ini seperti Iran, dia tidak terlalu percaya kita,” ucap JK dengan nada lugas.
Pandangan dari Teheran, katanya, menganggap Indonesia terlalu condong ke Amerika. Persepsi seperti inilah yang, dalam pandangan JK, menjadi penghalang besar bagi diplomasi kita. Tanpa kepercayaan itu, sulit bagi siapapun untuk duduk di meja perundingan sebagai pihak yang netral dan diterima semua kubu.
Artikel Terkait
Lebih dari 750 Sekolah Iran Rusak, 310 Siswa dan Guru Tewas dalam Serangan AS-Israel
Presiden Iran Klaim 14 Juta Warga Siap Berkorban, Muncul Kekhawatiran Rekrutmen Anak
Wakabareskrim Polri: Kamu Nekat, Saya Sikat untuk Penyeleweng BBM Subsidi
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Gubernur Bahas Jaringan MRT hingga Kereta Listrik 16 Km