Kronologi Pembunuhan Driver Taksi Online di Tol Jagorawi dan Motif Pelaku
Seorang driver taksi online bernama Ujang Adiwijaya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di pinggir Tol Jagorawi KM 30, Desa Leuwinutug, Citeureup, Kabupaten Bogor. Peristiwa naas ini terjadi pada hari Senin, 10 November 2025.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Korban ditemukan dengan tangan dan kaki terikat. Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas kekerasan di sekujur tubuhnya, termasuk luka di area leher serta bercak pendarahan di bahu kanan, kiri, dan leher. Kondisi ini mengindikasikan korban mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal.
Identitas Pelaku dan Penangkapan
Kedua pelaku, yang berinisial RS dan AH, berhasil diamankan oleh kepolisian. Mereka sebelumnya merupakan penumpang yang memesan layanan korban melalui aplikasi taksi online. Pelaku melakukan aksinya dengan modus merampok harta korban.
Kronologi Kejadian Pembunuhan
Kejadian bermula ketika kedua pelaku memesan taksi online dari wilayah Depok. Rencana perampokan telah mereka siapkan sebelumnya. Sesaat setelah masuk ke dalam mobil, pelaku langsung melakukan penyerangan dengan menjerat leher korban menggunakan tali jemuran dari arah belakang. Mereka juga memukul kepala korban hingga tak berdaya.
Setelah berhasil melumpuhkan korban, pelaku RS mengambil alih kemudi dan membawa mobil ke beberapa lokasi. Dalam perjalanan, mereka sempat berhenti di sebuah konter untuk menjual handphone milik korban. Mereka juga mengisi bensin dan membeli e-tol sebelum akhirnya membuang jasad korban.
Di Tol Jagorawi KM 30, pelaku mengikat erat tangan dan kaki korban menggunakan lakban, kemudian membuang jasadnya di pinggir jalan tol. Mobil korban akhirnya berhasil ditemukan, sementara kedua pelaku sempat melarikan diri ke Ciamis, Jawa Barat, sebelum akhirnya ditangkap.
Motif Dibalik Pembunuhan Keji
Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pembunuhan ini disebabkan oleh himpitan ekonomi. Mereka telah merencanakan aksi perampokan untuk menguasai harta korban. Rencana ini mereka lakukan karena merasa terdesak secara finansial.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi keselamatan driver taksi online. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor