Ancaman keras kembali dilontarkan Donald Trump terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat itu memberi ultimatum: buat kesepakatan sebelum Selasa malam, atau bersiaplah menghadapi serangan yang jauh lebih luas. Serangan bom, katanya, bisa saja terjadi.
“Seluruh negara itu bisa hancur dalam semalam,” tegas Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Lalu dia menambahkan kalimat yang bikin merinding, “Dan malam itu mungkin besok malam.”
Meski begitu, dia mengaku berharap tak perlu sampai mengambil langkah ekstrem itu. “Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” ucapnya.
Ultimatum ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Trump sudah memasang tenggat waktu yang sama. Tuntutannya jelas: Iran harus menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali jalur minyak di Selat Hormuz. Kalau tidak, sasaran seperti pembangkit listrik dan infrastruktur vital lain bakal jadi target.
Artikel Terkait
Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral ke Peserta Unjuk Rasa di Monas
Gangguan Listrik Masih Melanda Wilayah Angke, PLN Lakukan Penormalan Bertahap
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Pengadaan Minyak Petral
Pemprov DKI Rencanakan Trem Baru untuk Revitalisasi Kawasan Kota Tua