Jakarta - Kawasan Kota Tua bakal punya ikon transportasi baru yang sebenarnya sudah lama hilang: trem. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkap rencana itu dalam sebuah dialog di Balai Kota, Kamis lalu. Menurutnya, trem tak cuma jadi solusi transportasi ramah lingkungan, tapi juga bagian dari karakter kawasan bersejarah itu.
"Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano.
Ia bahkan punya kenangan pribadi dengan moda transportasi itu. Rano bercerita, di usia delapan tahun dulu, ia masih sempat merasakan naik trem dari Pasar Baru menuju Kota Tua.
"Dulu waktu saya umur delapan tahun, saya masih sempat naik trem. Kalau dibangun lagi di Kota Tua, itu bisa mengurangi emisi sekaligus menghidupkan suasana lamanya," ungkapnya.
Nostalgia saja tentu tidak cukup. Rano menekankan, kehadiran trem harus selaras dengan rencana besar revitalisasi yang sedang digodok Pemprov. Kawasan itu rencananya dibagi tiga zona: inti, pengembangan, dan penunjang. Zona inti seluas 80 hektar termasuk Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah akan jadi prioritas.
Artikel Terkait
Kejati DKI Geledah Ruang Pejabat Kementerian PU untuk Usut Dugaan Korupsi
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026 untuk Berantas Penipuan dan Ilegal
Listrik Padam di Sejumlah Kawasan Jakarta, Kini Telah Pulih 100%
Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan 100 Rumah Prioritas untuk Warga Tidak Layak Huni