Polri Ungkap Jaringan Ladang Ganja 51,75 Hektare di Kawasan Hutan Aceh
Operasi gabungan berhasil membongkar 26 titik penanaman ganja ilegal di wilayah terpencil Gayo Lues, dengan modus pengiriman melalui aliran sungai dan sistem pemantauan tersembunyi.
GAYO LUES – DitTipid Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik penanaman ganja secara masif di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sebanyak 26 titik ladang dengan total luas 51,75 hektare berhasil diidentifikasi tersebar di kawasan hutan terpencil.
Medan Ekstrem dan Modus Pengiriman Sungai
Lokasi ladang ganja sengaja dipilih di daerah yang sulit dijangkau, berada di kedalaman hutan dan dataran tinggi. Untuk mencapai lokasi terendah saja, tim memerlukan waktu tempuh hingga 5 jam melalui medan terjal dan menyebrangi sungai deras.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menjelaskan, para pelaku memanfaatkan kondisi geografis untuk proses distribusi. "Pengangkutan dalam jumlah kecil dilakukan dengan cara dipikul, sementara untuk jumlah besar ganja dialirkan melalui sungai," ujarnya di Gayo Lues.
Observasi lapangan mengonfirmasi ladang ganja memang berada dekat aliran sungai yang deras, memungkinkan pengiriman barang hingga ke dataran rendah tanpa meninggalkan jejak signifikan.
Sistem Pemantauan Cerdas dan Pemusnahan
Di setiap ladang ditemukan pondokan untuk memantau pertumbuhan ganja. Namun, polisi mengungkap metode pemantauan lain yang lebih cerdas: pelaku menanam sampel ganja di rumah dengan periode tanam sama. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui waktu panen tanpa harus sering mengunjungi lokasi.
"Ada beberapa yang menggunakan metode ini, meskipun umumnya mereka tetap memantau langsung lokasi penanaman," tambah Hyrowo.
Pengungkapan ini berawal dari penangkapan dua tersangka peredaran ganja di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 13 November dengan barang bukti 47 kilogram ganja. Penyidikan kemudian mengarah ke Gayo Lues sebagai sumber pasokan.
Ladang ganja tersebut telah dimusnahkan tim gabungan sejak Selasa (18/11). Sebagian besar lokasi berada di kawasan konservasi, termasuk Hutan Lindung Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Artikel Terkait
Amerika Serikat Bantai Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Catat Rekor Baru
Gubernur Sulsel Resmikan Rehabilitasi Irigasi Bengo Paket 2 untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian di Bone
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Prabowo Diserang Justru Saat Programnya Paling Pihak ke Rakyat Kecil