Gangguan Listrik Masih Melanda Wilayah Angke, PLN Lakukan Penormalan Bertahap

- Kamis, 09 April 2026 | 20:20 WIB
Gangguan Listrik Masih Melanda Wilayah Angke, PLN Lakukan Penormalan Bertahap

Pagi ini, suasana di beberapa sudut Jakarta terasa berbeda. Lampu-lampu padam, kipas angin berhenti berputar. Gangguan listrik mendadak memang melanda ibukota, dan salah satu wilayah yang masih merasakan dampaknya adalah Angke, Jakarta Barat.

Menurut sejumlah saksi, pemadaman terjadi cukup tiba-tiba. PLN sendiri lewat pernyataan resminya mengakui adanya masalah. Haris Andika, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, menjelaskan bahwa gangguan ini bersumber dari beberapa gardu induk.

"Terjadi gangguan suplai listrik di beberapa wilayah Jakarta yang bersumber dari beberapa Gardu Induk (GI). Saat ini wilayah yang masih terdampak padam adalah daerah Angke dan sekitarnya. PLN tengah melakukan upaya penormalan bertahap,"

Ucap Haris dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Upaya perbaikan konon sudah mencapai separuh jalan. "Sudah progres 50%," tambahnya singkat. Meski begitu, belum ada kepastian kapan listrik akan pulih sepenuhnya. Warga tentu berharap prosesnya cepat selesai, apalagi di tengah teriknya cuaca Jakarta.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang masih mengalami kendala, pengaduan bisa disampaikan. Haris menuturkan, layanan 123 dan aplikasi PLN Mobile siap menampung keluhan dari pelanggan.

"Pengaduan dan keluhan pelanggan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123,"

tuturnya.

Sebelumnya, konfirmasi serupa juga datang dari pihak lain di PLN. Intan Nugrahani, Manager Komunikasi PLN UID Jaya, membenarkan adanya pemadaman bertahap ini. "Betul sedang ada gangguan dan bertahap dan upaya penormalan," katanya ketika dihubungi hari ini.

Nah, situasi seperti ini memang kerap merepotkan. Namun, dengan upaya perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi akan segera normal kembali. Warga Angke dan sekitarnya kini hanya bisa menunggu, sambil berharap listrik segera menyala.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar