Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Hadapi Pemilu di Tengah Tekanan

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:50 WIB
Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Hadapi Pemilu di Tengah Tekanan

Parlemen Israel, Knesset, resmi bubar pada Jumat (17/7/2026) setelah 62 dari 120 anggota mendukung pembubaran. Keputusan ini membuka jalan bagi pemilihan umum yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya mempertahankan kursinya meski popularitasnya terus merosot. Politisi Partai Likud itu belum tentu kembali mendapat dukungan dari mitra koalisinya dalam pemilu nanti.

Selama empat tahun berkuasa, pemerintahan sayap kanan Netanyahu mengesahkan sejumlah rancangan undang-undang kontroversial. Beberapa di antaranya bahkan disahkan dalam beberapa hari terakhir untuk memperkuat posisinya dan memuaskan koalisi ultra-Ortodoks.

Dalam sidang pleno terakhir yang panjang, koalisi Netanyahu mengesahkan aturan yang mencabut kekuasaan jaksa agung, membatalkan penangkapan terhadap warga yang menolak wajib militer, serta memperluas pengawasan pemerintah terhadap media massa.

RUU yang memberikan lampu hijau pembubaran parlemen juga disertai peningkatan anggaran untuk partai-partai politik.

Meski parlemen telah dibubarkan, anggota Knesset Sagit Afik mengatakan lembaga itu masih bisa beroperasi sekitar 10 hari lagi. Sebab, undang-undang yang menentukan tanggal pemilu dikembalikan ke komite setelah mengalami kebuntuan dalam sidang pleno.

Ketua parlemen Amir Ohana menutup sidang pada Jumat tengah malam hingga Sabtu (18/7/2026) dini hari. “Sesi ini ditandai dengan berbagai macam protes, bertepatan dengan perang terberat dan terpanjang dalam sejarah negara ini,” ujarnya.

Netanyahu merupakan perdana menteri Israel paling lama yang menjabat, namun posisinya semakin rapuh. Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Israel menginginkan dia mundur, didorong oleh kemarahan atas kegagalan keamanan seputar serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas.

Mantan Kepala Staf Umum IDF Gadi Eisenkot disebut-sebut sebagai pesaing terkuat Netanyahu dalam pemilu mendatang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags