Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan yang meluas di Kanada dan wilayah utara Minnesota menyelimuti sebagian besar Amerika Serikat pada Jumat (17/7) waktu setempat, memicu peringatan kualitas udara tidak sehat. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran menjelang final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina yang akan digelar akhir pekan ini di dekat New York.
Presiden AS Donald Trump langsung menyalahkan Kanada sebagai penyebab darurat polusi di negaranya. Dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menyebut polusi udara itu "sama sekali tidak dapat diterima". Ia mengaku akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk menanyakan langkah yang akan diambil.
"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" tulis Trump.
Otoritas Kanada melaporkan lebih dari 200 titik api yang tidak terkendali di wilayahnya pada hari yang sama. Detroit tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia menurut IQAir, disusul Washington dan Chicago. Warga diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
Artikel Terkait
Donald Trump Pastikan Hadir dan Serahkan Trofi di Final Piala Dunia 2026
Sanchez dan Trump Dijadwalkan Hadir Bersama di Final Piala Dunia 2026
Trump Tuding China Kuasai 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Trump Dipastikan Hadir di Final Piala Dunia 2026, Akan Serahkan Trofi Bersama FIFA