ujar Indo. Dia menambahkan bahwa remaja-remaja itu memang kerap nongkrong di spot tersebut.
Pelaku, seorang tetangga berinisial IR (43), kemudian keluar rumah. Bukannya meredakan, malah ikut terlibat adu mulut yang semakin sengit. Emosi yang tak terkendali diduga menjadi penyebabnya. IR tiba-tiba menghunus senjata tajam dan menikam korban.
“Setelah melakukan penikaman, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi,”
tandas Kompol Mustari.
Korban yang bersimbah darah secepatnya dibawa ke RS Bhayangkara. Tapi luka tusuk di bagian perutnya terlalu parah. Nyawa AS tak tertolong.
Polisi kini memburu IR yang masih buron. Rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian dijaga ketat. Pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan satu anggota keluarga pelaku. Mereka berharap masyarakat segera melapor jika melihat IR.
Sedih dan ironis. Sebuah perselisihan kecil di dunia nyata, yang berawal dari kecerian di dunia maya, harus berakhir dengan kematian seorang remaja.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015
Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Rumahnya, Bekasi