Jadwalnya ketat. Aksi ini disebutkan akan terjadi pada tengah malam hari Rabu waktu setempat, atau persis empat jam setelah tenggat waktunya untuk kesepakatan pembukaan Selat Hormuz.
Sebenarnya, ini bukan ancaman pertama. Awalnya, pada 21 Maret lalu, Trump sudah mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar. Syaratnya waktu itu: Iran harus membuka Selat Hormuz sepenuhnya dan tanpa ancaman dalam 48 jam.
Namun begitu, situasi sempat berubah. Dua hari setelah ancaman pertama, Trump menyebut ada "percakapan yang sangat baik dan produktif" dengan otoritas Iran. Ia pun menunda serangan yang direncanakan selama lima hari.
Penundaan itu ternyata berlanjut. Batas waktu akhirnya diulur lagi, hingga berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat hari Senin, atau pukul 00.00 GMT hari Selasa. Sekarang, dunia kembali menunggu, melihat apakah ancaman terbaru ini benar-benar akan diwujudkan atau hanya menjadi bagian dari drama geopolitik yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi
Wamen Transmigrasi Resmikan Pembangunan Tanggul dan Rehab Sekolah di Gorontalo Utara
Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein dan Desak Sidang Publik untuk Korban
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzaki Teladan, Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah