Di sisi lain, pihak pengelola dapur di lapangan mengaku kaget dengan aksi penagihan ini. Ahmad Munafarid, Asisten Lapangan SPPG Protomulyo, mengaku tidak paham detail kendala di tingkat koperasi.
jelas Ahmad.
Lantas, kemana larinya dana itu? Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan. M. Faris Maulana, Korwil BGN Kendal, menegaskan satu hal: pemerintah tidak pernah telat mencairkan dana.
tandas Faris saat dihubungi terpisah.
Jadi, masalahnya kini bergeser. Antara supplier yang meradang, pengelola yang bingung, dan koperasi yang menjadi titik tengah sorotan. Ratusan juta rupiah itu entah masih tersangkut di mana, sementara para pemasok hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas.
Artikel Terkait
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran