Trump Ancam Serang Nigeria: Fakta Klaim Genosida Kristen yang Dibantah

- Selasa, 04 November 2025 | 08:06 WIB
Trump Ancam Serang Nigeria: Fakta Klaim Genosida Kristen yang Dibantah

Ancaman Serangan Trump ke Nigeria: Bantahan dan Fakta Konflik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan militer ke Nigeria. Ancaman ini muncul sebagai respons atas isu pembantaian umat Kristen yang disebutnya terjadi di negara tersebut.

Trump Hentikan Bantuan dan Ancam Serang Nigeria

Melalui akun media sosial Truth, Donald Trump mengumumkan penghentian seluruh bantuan Amerika Serikat untuk Nigeria. Ia menyatakan kesiapan untuk mengerahkan pasukan militer AS guna "memusnahkan teroris" yang dituding melakukan kekejaman terhadap umat Kristen.

"Kalau kita menyerang, serangannya akan cepat, ganas, dan manis," tegas Trump seperti dikutip dari Reuters, meski tanpa menyertakan bukti detail mengenai klaim pembantaian tersebut.

Nigeria Bantah Klaim Genosida Kristen

Pemerintah Nigeria membantah keras tuduhan Donald Trump mengenai adanya genosida terhadap umat Kristen. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Kimiebi Imomotimi Ebienfa, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak akurat.

"Tidak ada genosida Kristen di Nigeria," tegas Ebienfa dalam wawancara dengan Al-Jazeera. Ia mengakui adanya tantangan keamanan, namun menolak klaim bahwa hanya umat Kristen yang menjadi target.

Rencana Dua Opsi Serangan Militer AS

Trump mengungkapkan skema serangan ke Nigeria yang terdiri dari dua opsi: serangan udara dan pengerahan pasukan darat. Pernyataan ini disampaikannya saat berada di pesawat Air Force One, menanggapi laporan tentang pembunuhan umat Kristen dalam jumlah besar.

Analis Konflik: Semua Agama Menjadi Korban

Bulama Bukarti, seorang analis konflik Nigeria, menyoroti bahwa data yang ada tidak mendukung klaim pembantaian khusus umat Kristen. Menurutnya, kelompok teroris seperti Boko Haram menyerang warga sipil tanpa memandang agama.

"Mereka mengebom gereja, masjid, dan pasar. Ini adalah narasi berbahaya yang memecah belah," jelas Bukarti. Ia menekankan bahwa serangan terjadi terhadap Muslim, Kristen, dan penganut agama tradisional.

Komentar