Ledakan Guncang Kompleks Petrokimia Iran, Israel Diduga Dalangnya
Beberapa ledakan keras dilaporkan mengguncang kompleks petrokimia terbesar Iran di Assaluyeh, yang terletak di pesisir Teluk. Media lokal langsung ramai memberitakan insiden ini, yang terjadi tak lama setelah Iran menantang ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump.
Menurut sejumlah saksi, suara ledakan berasal dari kawasan industri strategis tersebut. Sampai saat ini, Perusahaan Petrokimia Nasional Iran masih melakukan penilaian kerusakan. Meski ada laporan awal yang menyebut hanya terjadi "kerusakan kecil", serangan serupa juga dilaporkan terjadi di fasilitas kedua dekat Shiraz, di wilayah tengah Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dengan terbuka mengklaim target serangan itu. Dia menyebut kompleks di Assaluyeh menyumbang sekitar setengah dari total produksi petrokimia negeri itu, yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar.
“Kompleks itu adalah urat nadi industri mereka,” katanya.
Serangan ini semakin memanaskan situasi yang sudah panas. Sebelumnya, Trump lewat media sosial memberi ultimatum keras kepada Iran. Dia menuntut agar Selat Hormuz jalur vital pengiriman minyak dan gas global dibuka. Jika tidak, ancamannya, AS akan menghancurkan infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik.
“Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka,” tulis Trump dalam unggahan pada hari Minggu, penuh dengan umpatan dan nada mengancam.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan