Usai rapat terbatas di Istana, Senin lalu, Mendikbudristek Brian Yuliarto membocorkan sedikit arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Prabowo ingin dunia kampus turun tangan membantu pemerintah daerah. Khususnya dalam urusan tata ruang.
Menurut Brian, presiden secara khusus menyoroti peran fakultas planologi dan arsitektur. Alih-alih hanya teori di kelas, kampus-kampus itu diharapkan bisa terjun langsung membantu bupati atau wali kota menata wilayahnya.
"Jadi tadi Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana fakultas planologi, arsitek, itu di setiap kampus bisa membantu kepala-kepala daerah," ujar Brian.
"Sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota atau kabupaten, itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa, tempat penelitiannya dosen-dosen. Dengan begitu, kepala daerah terbantu mengelola kotanya oleh kampus setempat."
Idenya sederhana, tapi terdengar cukup masuk akal. Daerah-daerah itu akan berfungsi sebagai laboratorium hidup. Mahasiswa dapat praktikum, dosen punya bahan riset, sementara pemerintah daerah mendapat suntikan ide segar dan kajian mendalam. Semua diuntungkan.
Namun begitu, arahan presiden tidak berhenti di situ. Ada satu persoalan lain yang juga ditekankan: perumahan. Prabowo meminta kampus-kampus untuk mengkaji dan meneliti masalah perumahan yang masih pelik di berbagai daerah.
Artikel Terkait
Gubernur Kalsel Tegaskan Tidak Ada WFH bagi Aparatur
Polisi Tetapkan 10 Anggota KKB Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw, Empat Ditahan
Buronan The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Dua Tahun Bersembunyi
Polisi Karanganyar Bongkar Sindikat Oplos Elpiji Subsidi, Raup Untung Rp750 Juta Sebulan