Keluarga Agnelli, lewat pernyataan tegasnya, menampik semua spekulasi. Mereka bilang, Juventus tak akan dijual. Pernyataan ini sekaligus menanggapi tawaran mengejutkan yang datang dari raksasa kripto, Tether.
Exor, perusahaan induk yang mengendalikan klub, sudah menolak mentah-mentat tawaran itu. Dewan direksi bersikap bulat: tidak ada satu pun saham Juventus yang akan dilepas ke pihak ketiga. Poin itu ditegaskan dalam pernyataan resmi mereka.
"Juventus, sejarah kami, dan nilai-nilai kami tidak untuk dijual," ujar CEO Exor, John Elkann.
Sebelum penolakan ini keluar, Tether ternyata sudah mengajukan proposal serius. Mereka berniat membeli penuh saham Exor di Juventus dengan pembayaran tunai. Tak cuma itu, perusahaan yang berbasis di El Salvador itu juga siap membeli saham publik yang beredar dengan harga setara. Mereka bahkan menjanjikan suntikan dana segar hingga 1 miliar euro untuk operasional klub ke depannya.
Lalu, berapa nilai tawarannya? Menurut sejumlah sumber yang terlibat, Tether menawarkan harga 2,66 euro per lembar saham kepada Exor. Angka itu memberi premi sekitar 21% jika dibanding harga penutupan saham Juventus yang berada di level 2,19 euro. Secara keseluruhan, tawaran itu memberi valuasi klub sekitar USD 1,17 miliar.
Dengan kepemilikan Exor yang mencapai 65,4%, transaksi ini sebenarnya bisa membawa keluarga Agnelli meraup keuntungan fantastis, mencapai USD 765 juta. Tapi, uang rupanya bukan segalanya.
Di sisi lain, kondisi Juventus sendiri sedang tidak prima. Tekanan keuangan masih membayangi. Sudah hampir sepuluh tahun klub ini tak mencatatkan laba bersih tahunan. Performa sahamnya pun lesu, terpantau turun 27% sepanjang tahun ini.
Menariknya, Tether bukan pemain baru di sini. Mereka sudah memegang lebih dari 10% saham Juventus, jadi pemegang saham terbesar kedua setelah Exor. Bagi Tether, memiliki klub sekaliber Juventus bisa jadi cara untuk meningkatkan kredibilitasnya. Apalagi, bisnis aset kripto mereka sedang diawasi ketat oleh regulator Uni Eropa.
Sementara itu, Exor sendiri sedang sibuk merapikan portofolio bisnisnya di Italia. Perusahaan yang juga punya andil besar di Stellantis dan Ferrari ini, sepanjang tahun telah melepas Iveco ke Tata Motors. Mereka juga dikabarkan sedang membicarakan penjualan unit bisnis medianya ke grup Antenna asal Yunani.
Jadi, penolakan ini mungkin lebih dari sekadar urusan angka. Keterikatan keluarga Agnelli dengan Juventus sudah terjalin sejak 1923. Ikatan emosional dan sejarah itu berat. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir saja, Exor sudah menyuntikkan dana segar sekitar 1 miliar euro untuk Si Nyonya Tua. Rupanya, bagi mereka, beberapa hal memang tak ternilai harganya.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun