Suasana mencekam kembali menyelimuti Iran. Kamis lalu, tanggal 1 Januari 2026, kerusuhan pecah di tiga kota berbeda. Menurut laporan AFP, setidaknya enam orang kehilangan nyawa dalam kekacauan itu.
Semua ini berawal dari aksi unjuk rasa para pemilik toko. Mereka turun ke jalan menyuarakan kekecewaan atas harga-harga yang melambung tinggi dan kondisi ekonomi yang terasa begitu berat. Aksi damai yang dimulai sejak Minggu, 28 Desember, itu perlahan berubah panas dan berlanjut hingga hari Kamis.
Kantor berita Fars, yang dikelola negara, memberikan rincian korban. Di kota Lordegan, bentrokan antara aparat dan massa menewaskan dua orang. Tidak jauh dari sana, di Azna, tiga nyawa lagi melayang. Situasinya benar-benar tegang.
Menurut sejumlah saksi, kerumunan massa mulai kehilangan kendali.
tulis Fars dalam laporannya. Polisi pun tak tinggal diam, mereka membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Beberapa gedung pun tak luput dari kerusakan. Polisi kemudian bergerak cepat, menangkap sejumlah orang yang diduga menjadi provokator.
Narasi dari pihak berwenang jelas berbeda. Mereka menyebut ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi.
Artikel Terkait
Nikel dan BRICS: Diplomasi Hilirisasi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan
Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?