Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 02:42 WIB
Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi

Suasana mencekam kembali menyelimuti Iran. Kamis lalu, tanggal 1 Januari 2026, kerusuhan pecah di tiga kota berbeda. Menurut laporan AFP, setidaknya enam orang kehilangan nyawa dalam kekacauan itu.

Semua ini berawal dari aksi unjuk rasa para pemilik toko. Mereka turun ke jalan menyuarakan kekecewaan atas harga-harga yang melambung tinggi dan kondisi ekonomi yang terasa begitu berat. Aksi damai yang dimulai sejak Minggu, 28 Desember, itu perlahan berubah panas dan berlanjut hingga hari Kamis.

Kantor berita Fars, yang dikelola negara, memberikan rincian korban. Di kota Lordegan, bentrokan antara aparat dan massa menewaskan dua orang. Tidak jauh dari sana, di Azna, tiga nyawa lagi melayang. Situasinya benar-benar tegang.

Menurut sejumlah saksi, kerumunan massa mulai kehilangan kendali.

"Sejumlah demonstran melempari bangunan pemerintah kota dengan batu, termasuk kantor gubernur, masjid, balai kota hingga bank,"

tulis Fars dalam laporannya. Polisi pun tak tinggal diam, mereka membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Beberapa gedung pun tak luput dari kerusakan. Polisi kemudian bergerak cepat, menangkap sejumlah orang yang diduga menjadi provokator.

Narasi dari pihak berwenang jelas berbeda. Mereka menyebut ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi.

"Para perusuh mengambil kesempatan, saat ada demonstrasi untuk menyerang kantor komisariat kepolisian,"

demikian penjelasan Fars.

Korban keenam ternyata berasal dari barisan petugas keamanan sendiri. Ia gugur saat berusaha mengamankan bentrokan di kota Kouhdasht. Said Pourali, Deputi Gubernur Provinsi Lorestan, mengonfirmasi kabar duka ini.

"Seorang anggota Basij, dari kota Kouhdasht tewas semalam akibat ulah perusuh saat mengamankan ketertiban umum,"

ungkap Pourali.

Basij, perlu diketahui, adalah milisi sukarelawan yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Mereka sering diterjunkan dalam situasi kerusuhan domestik.

Pourali juga menambahkan catatan pilu lainnya. Kerusuhan di Kouhdasht itu tidak hanya merenggut satu nyawa.

"Selain itu saat demonstrasi di Kouhdasht, 13 personel polisi dan anggota Basij luka-luka akibat lemparan batu,"

tutupnya. Sebuah akhir pekan yang berdarah, meninggalkan luka dan pertanyaan tentang masa depan negeri itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar