Pasar modal kita sempat heboh akhir pekan lalu. Posisi puncak di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mendadak kosong, setelah sejumlah petinggi mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Situasi ini langsung memicu aksi cepat dari pemerintah. Malam harinya, Sabtu (31/1), mereka menggelar rapat darurat di Wisma Danantara. Pemicunya jelas: IHSG yang babak belur setelah mendapat 'teguran' dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dari rapat malam itu, muncul beberapa keputusan penting. Salah satunya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Jeffrey Hendrik akan menjabat sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama BEI. Dia menggantikan Iman Rachman yang mundur.
"Iya (Jeffrey Plt Dirut BEI),” ujar Purbaya usai konferensi pers.
Sebelumnya, Jeffrey memang sudah lama berkecimpung di BEI sebagai Direktur Pengembangan, posisi yang dia emban sejak RUPST akhir Juni 2022.
Jeffrey Hendrik Pimpin Pertemuan Penting dengan MSCI
Soal pertemuan penting BEI dengan MSCI yang dijadwalkan Senin (2/2), Purbaya menegaskan Jeffrey akan memimpin langsung. “Dia (Jeffrey) sama timnya,” imbuhnya. Pernyataan serupa datang dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Saat dikonfirmasi, Airlangga dengan singkat menyatakan, “Yang kelihatan itu (Jeffrey Plt Dirut BEI)”.
Nah, Jeffrey sendiri yang hadir dalam konferensi pers terlihat berusaha menenangkan situasi. Dia bilang penunjukannya ini murni tindak lanjut proses internal. Setelah Iman Rachman mundur, kata dia, direksi langsung rapat dan keputusannya sudah dapat lampu hijau dari Dewan Komisaris. Dia memastikan masa transisi ini takkan ganggu kinerja bursa.
Artikel Terkait
Rupiah Tersenyum Tipis, Tapi Modal Asing Kabur Rp12,5 Triliun
Shutdown AS Kembali Terjadi, Tapi Dampaknya Tak Separah Sebelumnya
Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics
Peta Jalan Semikonduktor Indonesia Dicanangkan, Impor Rp 77 Triliun Jadi Pemicu